Semarang Night Carnival Diwarnai Hujan Deras dan Banjir
Semarang, MBGtoday.com, Semarang Night Carnival (SNC) 2026 berupa parade kostum spektakuler yang menjadi agenda tahunan menyambut hari ulang tahun ke-479 kota Semarang pada Sabtu (25) malam, diguyur hujan deras.
Rintik gerimis mulai melanda saat Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti menyampaikan sambutan untuk melepas rombongan defile karnaval, di depan Balai Kota Semarang.
Para peserta karnaval yang mengenakan berbagai kostum megah menyala dan berwarna-warni pun juga sudah bersiap, dipimpin oleh pasukan drumband dari Akademi Kepolisian (Akpol).
Namun, sekitar pukul 19.00 WIB, hujan deras langsung mengguyur disertai angin yang cukup kencang yang membuat para peserta karnaval berangsur membubarkan diri.
Masyarakat yang semula memadati sepanjang rute karnaval juga langsung mencari tempat berteduh karena hujan turun semakin deras.
Atas nama Pemerintah Kota Semarang, Agustina sempat menyampaikan permohonan maaf kepada masyarakat karena harus mengambil keputusan untuk tidak melanjutkan SNC 2026 karena kondisi cuaca yang tidak mendukung.
"Hujan deras dengan intensitas tinggi yang terjadi tidak memungkinkan kegiatan dilaksanakan secara aman. Kami tidak ingin mengambil risiko sekecil apa pun yang dapat membahayakan warga, peserta, maupun petugas di lapangan," katanya.
Bahkan, Pemkot Semarang sempat akan mengkaji terkait penjadwalan ulang SNC 2026, seiring dengan keputusan pembatalan tersebut.
Hujan mulai reda sekitar pukul 20.15 WIB, namun masih menyisakan banjir di sejumlah jalan protokol yang menjadi rute karnaval hingga Lapangan Simpang Lima Semarang.
Setelah air berangsur surut, ternyata sebagian peserta SNC 2026 masih tetap bersemangat melanjutkan kegiatan sehingga akhirnya difasilitasi panitia.
Sebagian para peserta SNC 2026 kemudian diangkut menggunakan mobil menuju depan Masjid Raya Baiturrahman Semarang untuk melakukan defile menuju Lapangan Simpang Lima dengan jarak sekitar 100 meter.
Ia mengapresiasi sejumlah peserta yang tetap berkomitmen menampilkan karya terbaiknya, bahkan sampai menyusul ke Simpang Lima dan mengajukan izin untuk tetap tampil.
"Saya menyampaikan terima kasih yang sebesar-besarnya kepada para peserta Semarang Night Carnival yang sudah berjuang untuk tetap 'perform'. Ini bentuk kecintaan mereka pada Kota Semarang," katanya.
Ia menambahkan penyesuaian rangkaian kegiatan sebelumnya dilakukan dengan mempertimbangkan faktor keselamatan, menyusul kondisi genangan di beberapa tempat.
"Keputusan penyesuaian diambil untuk menjaga keamanan peserta, termasuk yang berasal dari luar daerah dan mancanegara," katanya.
Di Lapangan Simpang Lima, band Wali yang telah ditunggu kehadirannya oleh masyarakat tampil menghibur ratusan warga yang telah berdatangan sejak sore hari.

