Burung Kareo Padi Jadi Kuliner Legendaris Siantar, Kaya Kandungan Glutamat 


Jakarta, MBGtoday.com, Burung kareo padi (Amaurornis Phoenicurus) dikenal sebagai burung ruak-ruak memiliki nilai ekonomi, terutama di Kota Siantar, Sumatera Utara. 

Daging burung ini telah menjadi kuliner legendaris yang banyak diburu wisatawan dan masyarakat lokal. 

Peneliti dari Pusat Riset Zoologi Terapan Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN), Widya Pintaka Bayu Putra menyampaikan penelitiannya mengenai “Potensi Burung Kareo Padi (Amaurornis Phoenicurus) Untuk Produksi Daging Di Indonesia”. 

Ia menemukan bahwa kualitas daging burung kareo padi memiliki profil nutrisi yang menarik, salah satunya kandungan Glutamat yaitu asam amino yang menciptakan rasa gurih pada makanan. 

“Tingginya kandungan asam Glutamat dan asam lemak tertentu ini memberikan gambaran mengapa burung daging kareo padi memiliki cita rasa khas dan diminati secara luas sebagai bahan pangan fungsional maupun kuliner tradisional,” ungkap Bayu dalam keterangan tertulisnya, Rabu (12/5).

Lebih jauh, dijelaskan Bayu, dibandingkan dengan spesies avifauna lain seperti ayam, burung puyuh, pheasant, dan partridge, daging kareo padi memiliki komposisi asam lemak Palmitic dan Saturated Fatty Acid (SFA) yang paling tinggi. Selain itu, ditemukan juga kandungan Glutamat pada daging burung Kareo padi sebesar 0,48%. 

“Berdasarkan uji sampel, terdeteksi 33 jenis asam lemak. Dimana komposisi asam lemak antara lain palmitic, stearic, elaidic, dan linoleic menunjukkan angka yang sangat tinggi,” terang pria peraih gelar Doktor Ilmu Produksi dan Teknologi Peternakan dari Institut Pertanian Bogor tersebut.