Donald Trump Temui Xi Jinping, Klaim Hubungan AS dan China Akur
Beijing, MBGtoday.com, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump melakukan kunjungan kerja ke China.
Ini merupakan kunjungan kenegaraan pertama pemimpin AS ke China dalam sembilan tahun terakhir, di tengah upaya dua ekonomi terbesar dunia menstabilkan hubungan bilateral di tengah bayang-bayang perang Iran.
Trump berharap hubungan antara AS dan China akan menjadi lebih kuat dari sebelumnya setelah pertemuannya dengan Presiden China Xi Jinping di Beijing.
Xi memasuki pertemuan ini dengan posisi yang dinilai lebih kuat setelah pertemuan keduanya di Korea Selatan tahun lalu.
Saat itu, Beijing memanfaatkan cadangan logam tanah jarang untuk menekan Trump agar membatalkan ancaman tarif tambahan terhadap China.
Dalam unggahan media sosialnya, Trump menyebut akan meminta Xi “membuka” China bagi perusahaan-perusahaan AS.
Trump juga berjanji isu tersebut akan menjadi permintaan pertamanya saat bertemu Xi.
AS dan China disebut tengah mempertimbangkan kerangka kerja baru yang memungkinkan kedua negara mengidentifikasi sekitar USD 30 miliar produk yang tarifnya dapat dilonggarkan tanpa mengancam kepentingan keamanan nasional.
Sebelum berangkat ke China, Trump berusaha mengecilkan isu perang Iran dalam agenda pertemuan dan mengatakan akan lebih memprioritaskan negosiasi perdagangan dengan Xi.
Namun, China merupakan pembeli utama ekspor minyak Iran dan menjadi penyokong ekonomi penting bagi Teheran dalam menopang upaya perangnya. Beijing juga memiliki pengaruh geopolitik besar yang dinilai ingin dimanfaatkan Trump.
Trump juga agak menolak komentar Xi, yang tampaknya menggambarkan Amerika Serikat sebagai negara yang sedang mengalami kemunduran.
Trump berdalih kritik Xi itu sebenarnya ditujukan untuk pemerintahan AS sebelumnya di bawah kendali mantan presiden Joe Biden dan bukan pemerintahan di masa kepresidenannya.
Trump juga menyoroti hubungan Washington dan Beijing yang membaik setelah pertemuannya dengan Xi.
"Mudah-mudahan hubungan kami dengan China akan menjadi lebih kuat dan lebih baik dari sebelumnya," ujarnya.

