Vladimir Putin dan Xi Jinping Tanda Tangani 20 Kesepakatan


Beijing, MBGtoday.com, Presiden Rusia Vladimir Putin berkunjung ke Beijing untuk bertemu pemimpin Cina Xi Jinping.

Kunjungan Putin ini hanya beberapa hari setelah Presiden Amerika Serikat Donald Trump juga berkunjung ke negara tersebut.

Dilansir dari Aljazeera, Putin dan XI memberi sinyal front bersatu melawan Amerika.

Dalam sebuah KTT di China, kedua pemimpin telah menunjukkan front bersatu melawan Washington dengan memperingatkan terhadap kembalinya dunia pada “hukum rimba”.

Keduanya juga membahas perang Amerika Serikat-Israel terhadap Iran, dan menyarankan gencatan senjata.

Pertemuan Xi dan Putin memperlihatkan bagaimana Beijing berupaya memosisikan diri sebagai penengah dan pusat kekuatan baru dunia, dengan menjamu dua rival utama geopolitik global hanya dalam hitungan hari.

Presiden Xi Jinping mengatakan China dan Rusia selama ini berpegang pada prinsip non-blok dan tidak menargetkan pihak ketiga. 

Namun di saat yang sama, ia mengkritik keras praktik hegemoni dan tindakan sepihak dalam politik internasional.

“Dunia saat ini sangat bergejolak. Kerusakan akibat tindakan sepihak dan hegemoni yang tidak terukur. Ada ancaman kembalinya hukum rimba,” kata Xi usai pembicaraan dengan Putin.

Xi menegaskan China dan Rusia harus memperkuat “koordinasi strategis komprehensif” di tengah ketidakpastian global.

Selama kunjungan tersebut, China dan Rusia menandatangani sekitar 20 kesepakatan kerja sama, mulai dari energi, pertanian, industri, teknologi tinggi hingga kecerdasan buatan. Kedua negara juga sepakat memperpanjang bebas visa hingga akhir 2027.

Selama ini, Cina meningkatkan pembelian minyak dan gas Rusia sejak pecahnya konflik Ukraina pada 2022. Moskow dan Beijing sendiri mendeklarasikan kemitraan “tanpa batas” hanya beberapa hari sebelum perang dimulai.

Sementara itu, Putin menyebut hubungan Rusia dan China telah mencapai tingkat tertinggi dalam sejarah modern kedua negara.

“Hubungan Rusia-Tiongkok secara bertahap telah mencapai tingkat tinggi seperti sekarang ini,” ujar Putin.

Ia mengatakan kerja sama kedua negara terus berkembang meski berada di bawah tekanan eksternal dan gejolak global akibat perang serta krisis energi internasional.