Pariwisata dan Ekonomi Syariah Jadi Andalan Pertumbuhan Ekonomi


Kudus, MBGtoday.com, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menyiapkan dua sektor baru sebagai penggerak ekonomi 2027, yakni pariwisata berkelanjutan dan ekonomi syariah.

Optimalisasi dua sektor itu guna mengerek target pertumbuhan ekonomi di wilayah tersebut sebesar 6 persen-7,4 persen.

“Pertumbuhan ekonomi kita sudah 5,89 persen di triwulan I 2026. Kalau bisa kita tingkatkan lagi,” tegas Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, di sela acara Rembug Pembangunan Jawa Tengah 2026, di Pendopo Kabupaten Kudus, Selasa (26/5).

Acara tersebut dihadiri Sekda Jateng Sumarno, perwakilan Forkopimda Jateng, bupati atau wakil bupati, beserta Forkopimda eks karesidenan Pati, meliputi Jepara, Kudus, Pati, Rembang, dan Blora (Jekuti-Banglor).

Upaya mengejar target pertumbuhan ekonomi itu, tentu tidak meninggalkan penguatan sektor ketahan pangan yang sudah dimulai pada 2026, serta upaya meningkatkan realisasi investasi.

Luthfi meyakini, sektor pariwisata mampu menjadi penopang dalam meningkatkan pertumbuhan ekonomi di wilayahnya.

Berdasarkan data, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah 2025 sebesar 5,37 persen. Salah satu penopang pertumbuhan ekonomi tersebut dari sektor pariwisata, melalui penyediaan akomodasi dan makan minum yang tumbuh 10,60 persen.

Bahkan, kontribusi sektor pariwisata terhadap Produk Domestik Regional Bruto (PDRB) Jateng 2022-2025 menunjukkan tren meningkat. 

Dari 3,29 persen pada 2022 menjadi 3,40 persen pada 2023, lalu naik signifikan pada 2024 sebesar 3,56 persen, dan pada 2025 mencapai 3,74 persen. Tren peningkatan ini menegaskan peran pariwisata sebagai salah satu penggerak ekonomi daerah.

Kunjungan wisatawan pada 2022 sampai dengan 2025 juga mengalami peningkatan. Tahun 2022 sebanyak 46,6 Juta orang, menjadi 74,4 Juta orang pada tahun 2025 (naik 59,73 persen). 

Peningkatan kunjungan wisatawan menunjukkan Jateng merupakan destinasi favorit bagi wisatawan.

Dalam acara Rembug Pembangunan tersebut, telah ditetapkan target pembangunan pariwisata untuk daerah Kudus, Jepara, Rembang, Pati, dan Blora.

Kabupaten Kudus jadi daerah dengan target tertinggi, yakni sekitar 3,7 juta kunjungan wisatawan. 

Selanjutnya, Kabupaten Rembang menargetkan hampir 3 juta kunjungan wisatawan, disusul Jepara sekitar 2,4 juta wisatawan. Adapun Kabupaten Blora menargetkan 1,2 juta wisatawan, dan Pati 1,1 juta wisatawan.

Pengembangan desa wisata juga turut menjadi prioritas. Kabupaten Kudus, Pati, Rembang, dan Blora masing-masing menargetkan pembentukan 30 desa wisata, sedangkan Jepara menargetkan tiga desa wisata baru. 

Target ini menunjukkan adanya upaya pemerataan pengembangan pariwisata, sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat berbasis potensi lokal