Puan Maharani & Penulisan Sejarah
Puan Maharani saat memimpin rapat DPR RI. (Dok.DPR RI)
Jakarta, MBGToday.com, Ketua DPR Puan Maharani menanggapi rencana Pemerintah melalui Kementerian Kebudayaan yang berencana menulis ulang sejarah Indonesia.
Puan menekankan pentingnya transparansi dari Pemerintah dalam proses penulisan ulang sejarah Indonesia kepada publik. Ia mengingatkan agar penulisan ulang sejarah tidak mengaburkan fakta sejarah yang pernah terjadi sejak Indonesia merdeka.
“Yang paling penting adalah, jangan ada pengaburan atau penulisan ulang terkait sejarah yang tidak meluruskan sejarah,” kata Puan di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Selasa (20/5).
Perempuan pertama yang menjabat sebagai Ketua DPR ini juga mengingatkan agar semangat Jas Merah yang digaungkan Proklamator sekaligus Presiden pertama RI, Sukarno, tetap dipegang teguh.
Puan juga meminta Jas Merah (Jangan Sekali-sekali Melupakan Sejarah) dijadikan pedoman terkait rencana penulisan ulang sejarah bangsa. “Jadi ‘Jas Merah’, jangan sekali-sekali melupakan sejarah,” tegasnya.
Puan mengatakan DPR akan meminta penjelasan dari Pemerintah mengenai rencana yang menimbulkan pro dan kontra ini. DPR lewat Komisi X DPR RI yang bermitra dengan Kementerian Kebudayaan telah menindaklanjuti isu rencana penulisan ulang sejarah Indonesia tersebut dengan menggelar Rapat Dengar Pendapat Umum (RDPU).
RDPU dilakukan dengan tokoh-tokoh dari berbagai elemen bangsa, khususnya dari para sejarawan. Para tokoh ini datang untuk menyampaikan aspirasi soal rencana penulisan ulang sejarah Indonesia.
“Komisi X DPR sudah mulai melakukan RDPU, meminta masukan dari kalangan masyarakat, khususnya sejarawan," kata Puan.
Puan mengakui, tak semua catatan sejarah bangsa Indonesia indah. Namun ia menyebut penting agar sejarah tetap dimaknai sebagai mana adanya agar nilai-nilai yang terkandung dalam sejarah itu tetap hidup di tengah-tengah masyarakat.
“Karena ini juga dapat dijadikan sebagai sebuah refleksi. Harus tahu kenapa Indonesia berdiri, pahit dan getirnya, berhasil dan baiknya, itu karena memang sudah banyak sekali hal yang terjadi,” tandasnya.

