Jelang Libur Sekolah, Destinasi Wisata Diminta Tingkatkan Kesiapan


Bali, MBGtoday.com, Wakil Menteri Pariwisata (Wamenpar) Ni Luh Puspa meminta seluruh pengelola destinasi wisata meningkatkan kesiapan menjelang periode libur sekolah yang diperkirakan akan mendorong lonjakan pergerakan wisatawan di berbagai daerah.

Wamenpar mengatakan periode libur sekolah merupakan salah satu momentum penting bagi pariwisata nasional karena diperkirakan akan mendorong peningkatan pergerakan wisatawan nusantara, termasuk ke Bali.

"Kunjungan ini menjadi langkah kami untuk melihat secara langsung kesiapan destinasi wisata, khususnya di Bali, dalam menghadapi momentum libur sekolah," kata Ni Luh Puspa dalam keterangan tertulisnya, Minggu (7/6).

Wamenpar menegaskan bahwa keselamatan, keamanan, dan kenyamanan wisatawan menjadi prioritas utama dalam menyambut musim liburan. 

Karena itu, seluruh pengelola destinasi diharapkan memastikan fasilitas dan layanan berada dalam kondisi optimal sebelum menerima lonjakan kunjungan wisatawan.

Menurut Wamenpar, libur sekolah tidak hanya harus dipandang sebagai peluang meningkatkan kunjungan wisatawan, tetapi juga sebagai kesempatan untuk menunjukkan kualitas pengelolaan destinasi dalam mewujudkan pariwisata Indonesia yang berkualitas dan berkelanjutan.

Dalam aspek pelayanan wisata, Kementerian Pariwisata juga telah menyusun Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) yang mengatur standar pelayanan wisatawan sejak tahap perencanaan perjalanan hingga wisatawan kembali dari destinasi.

"Dokumen ini dapat dimanfaatkan oleh berbagai pemangku kepentingan, termasuk industri pariwisata, untuk memastikan kesiapan destinasi dalam memenuhi aspek keselamatan, keamanan, dan kenyamanan wisatawan," kata Wamenpar.

Kesiapan tersebut mencakup berbagai aspek penting, mulai dari sarana dan prasarana, manajemen pengunjung, mitigasi risiko, penerapan standar keselamatan, pengelolaan sampah, hingga kesiapan sumber daya manusia yang menjadi elemen utama dalam memberikan pengalaman wisata yang aman dan nyaman.

Untuk memperkuat aspek keselamatan wisata, Kementerian Pariwisata telah menyiapkan berbagai program pelatihan bagi pelaku industri pariwisata, khususnya pada aktivitas berisiko tinggi seperti wisata gunung, wisata tirta, arung jeram, dan snorkeling. 

Program ini dilakukan bersama asosiasi, akademisi, dan praktisi pariwisata melalui pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi profesi.

Program tersebut dilaksanakan melalui kolaborasi dengan asosiasi, akademisi, dan praktisi pariwisata, serta diperkuat melalui pelatihan berbasis kompetensi dan sertifikasi profesi.