Mantan Dirut Menjadi Tersangka, Bank Jateng Hormati Proses Hukum
Semarang, MBGToday.com, Mantan Direktur Utama Bank Jateng Supriyatno ditetapkan sebagai tersangka oleh Kejaksaan Agung (Kejagung) dalam kasus dugaan korupsi pemberian fasilitas kredit terhadap PT Sri Rejeki Isman (Sritex).
Selain Supriyatno, ada nama Pujiono (PJ) selaku Direktur Bisnis Korporasi dan Komersial Bank Jateng 2017-2020, serta Suldiarta (SD) selaku Kepala Divisi Bisnis Korporasi dan Komersial Bank Jateng 2018-2020 juga menjadi tersangka.
Bank Jateng menghormati serta mendukung proses hukum yang dilakukan Kejagung dalam kasus ini.
“Bank Jateng menghormati dan mendukung upaya Kejagung dalam pemberantasan praktik korupsi di sektor keuangan,” ujar Direktur Utama Bank Jateng Irianto Harko Saputro di Semarang, Selasa (22/7).
Irianto menegaskan komitmen perusahaan terhadap tata kelola dan integritas lembaga keuangan yang baik. Menurut dia, seluruh proses hukum yang berjalan sepenuhnya menjadi ranah penegak hukum.
Irianto menyebut penyidikan kasus hukum tersebut menjadi momentum pembelajaran bagi bank milik pemerintah daerah di Jawa Tengah untuk berada di jalur positif serta berkomitmen penuh terhadap prinsip transparansi dan akuntabilitas.
“Kita juga memastikan, seluruh operasional Bank Jateng senantiasa berada dalam koridor hukum dan etika bisnis yang tinggi,” sebutnya.
Menurut dia, penguatan di internal Bank Jateng dilakukan secara menyeluruh, mulai dari penyaluran kredit, tata kelola risiko, hingga sistem audit internal.
Berkaitan dengan pemberian fasilitas kredit untuk PT Sritex, kata dia, Bank Jateng telah melajukan langkah untuk mengamankan bank melalui pembentukan cadangan kerugian penurunan nilai sebesar 100% di tahun 2021.
Ia memastikan kondisi tersebut tidak akan berpengaruh terhadap operasional serta laba Bank Jateng di 2025.
Berkaitan dengan proses kepailitan Sritex, Irianto juga memastikan Bank Jateng sebagai kreditur separatis yang diakui oleh kurator masih menunggu pembagian pemulihan aset yang sudah masuk dalam tahap pemberesan.
“Ke depan, Bank Jateng berkomitmen menjadikan transparansi dan akuntabilitas sebagai fondasi utama dalam pengambilan keputusan bisnis, sekaligus memperkuat peran sebagai mitra strategis pembangunan daerah yang bersih dan bertanggung jawab,” tandasnya.

