Saqur Jadi Maskot MTQ Nasional ke-31, Ini Maknanya
Semarang, MBGtoday.com, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah resmi meluncurkan logo, maskot, dan tema Musabaqah Tilawatil Qur’an (MTQ) Nasional ke-31, menandai kesiapan daerah itu menjadi tuan rumah perhelatan keagamaan terbesar di Indonesia.
Peluncuran berlangsung di Komplek Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Kamis (25/6).
Hadir dalam acara tersebut, Menteri Agama RI Nasaruddin Umar, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, Wakil Gubernur Jawa Tengah Taj Yasin Maimoen, Sekda Jawa Tengah Sumarno, dan Wali Kota Semarang Agustina Wilujeng Pramestuti.
Peluncuran ditandai dengan penancapan gunungan dan pengenalan maskot.
Menteri Agama RI Nasaruddin Umar mengapresiasi soliditas Pemerintah Provinsi Jawa Tengah, dalam mempersiapkan agenda nasional tersebut. Dia menilai, kekompakan antara pemerintah provinsi, pemerintah kota, dan seluruh unsur penyelenggara, menjadi modal penting menghadirkan MTQ yang berbeda dari tahun-tahun sebelumnya.
“Gubernur, wakil gubernur selaku ketua panitia, Kanwil, hingga wali kota hadir dan sangat kompak, dalam momentum penting peluncuran tema, logo, dan maskot MTQ ke-31 di Semarang,” ujarnya.
Menurut Menag, MTQ di Jawa Tengah tidak hanya akan menonjolkan kemeriahan syiar, tetapi juga menghadirkan ruang pendalaman makna Al-Qur’an. Sejumlah agenda tambahan telah disiapkan, mulai dari seminar, kuliah umum, hingga forum keilmuan, yang melibatkan para pakar Al-Qur’an.
Dia menyebut, lebih dari 100 dewan hakim dan ahli Al-Qur’an akan berkumpul di Semarang. Kehadiran mereka diharapkan dapat memberi kontribusi akademik, melalui kegiatan di perguruan tinggi maupun pondok pesantren.
“Bahkan, peluang menghadirkan cendekiawan dari luar negeri juga terbuka, untuk memperkaya perspektif tentang kemuliaan Al-Qur’an,” tuturnya.
Nasaruddin menegaskan, MTQ merupakan festival Al-Qur’an berskala besar yang memiliki kekhasan Indonesia, karena berlangsung berjenjang dari tingkat lingkungan hingga nasional, dan telah berkembang menjadi pesta rakyat.
“MTQ bukan hanya perlombaan, tetapi ruang perjumpaan masyarakat dengan nilai-nilai Al-Qur’an,” katanya.
Sementara itu, Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menilai, kepercayaan sebagai tuan rumah MTQ Nasional, menjadi bukti Jawa Tengah tetap menjadi destinasi strategis, di tengah tantangan ekonomi dan tekanan fiskal.
Dia menyampaikan, pertumbuhan ekonomi Jawa Tengah tetap menunjukkan tren positif, dan didukung masuknya investasi yang berdampak pada penyerapan tenaga kerja.
Menurutnya, penyelenggaraan MTQ akan memperkuat posisi Jawa Tengah, sebagai tujuan kegiatan nasional dan internasional.
“MTQ akan memberikan efek berganda yang besar. Tidak hanya kegiatan religi, tetapi juga menggerakkan UMKM, pertukaran budaya, dan aktivitas ekonomi masyarakat,” ujar Luthfi.
Pemerintah Provinsi Jawa Tengah optimistis, penyelenggaraan MTQ Nasional ke-31 akan menjadi momentum memperkuat citra Semarang dan Jawa Tengah, sebagai daerah yang terbuka, religius, sekaligus memiliki daya tarik ekonomi dan budaya.
Dengan peluncuran logo, maskot, dan tema tersebut, rangkaian persiapan menuju MTQ Nasional resmi dimulai.
“Harapannya, perhelatan ini tidak hanya berlangsung meriah, tetapi juga meninggalkan warisan nilai dan manfaat yang dirasakan masyarakat luas,” ungkapnya.
Wakil Gubernur, Taj Yasin Maimoen menyampaikan, peluncuran identitas MTQ tersebut merupakan tanda dimulainya gelaran akbar MTQ Nasional ke-31 tahun 2026.
Dijelaskan, logo merepresentasikan Gunungan dan Landmark Semarang, maskot mengusung karakter “Saqur” yakni Sahabat Qur’an, dan tema yang diusung adalah Menebar Cahaya Al-Qur’an dalam Harmoni Indonesia Emas yang Berkeadilan.
“Secara teknis kami sudah menyiapkan. Dan nantinya juga banyak sekali acara-acara pendukung, untuk memeriahkan gelaran MTQ kali ini,” tandasnya.

