IKN Dorong Pertumbuhan Ekonomi Kabupaten Penajam Paser Utara Melesat 19,9 %


Nusantara, MBGToday.com, Pembangunan Ibu Kota Nusantara yang masif ternyata berdampak  positif  bagi Provinsi Kalimantan Timur, khususnya Kabupaten Penajam Paser Utara (PPU).  Pertumbuhan ekonomi PPU naik lebih tinggi dan signifikan sebesar 19,9 persen dibanding kabupaten/kota lain di Kalimantan Timur. 

Hal tersebut terungkap dalam Seminar Jumat Belajar yang mengambil  tema “Kupas Tuntas Dampak Ekonomi IKN!”. Seminar  yang diselenggarakan secara hybrid tersebut berlangsung di Kantor Balai Kota Otorita IKN, jumat lalu (26/6).

 

Hadir sebagai pembicara, yakni Pungky Widiaryanto (Direktur Perencanaan Makro Otorita IKN), Azhari Novy Sucipto (Ekonom Senior/Asisten Direktur BI Provinsi Kalimantan Timur), dan Ibnu Yahya (Direktur Perencanaan Ekonomi Makro dan Pengembangan Model Pembangunan Kementerian PPN/Bappenas), serta satu penanggap, Pipit Helly Sorayan (Direktur Statistik Industri BPS RI).

Dalam penyampainnya Ibnu Yahya menyampaikan bahwa pembangunan IKN dan Superhub Ekonomi Nusantara (SEN) berperan dalam mendorong transformasi ekonomi Kalimantan Timur agar tidak hanya bertumpu pada sektor ekstraktif. Transformasi tersebut perlu diarahkan melalui penguatan hilirisasi, pengembangan sektor bernilai tambah, serta peningkatan kompleksitas produksi agar pertumbuhan ekonomi dapat lebih berkelanjutan.

 

“Dengan Tri-City Development-nya IKN, dapat menunjukkan hasil signifikan terhadap pertumbuhan ekonomi, sejalan dengan analisis dampak ekonomi yang disampaikan oleh Otorita IKN sebelumnya. Ini sangat baik. Untuk itu dengan adanya IKN dan Superhub Ekonomi Nusantara (SEN) di masa depan, kita berharap dapat meningkatkan 
pertumbuhan ekonomi nasional, termasuk bagi wilayah Kalimantan Timur dapat tumbuh sesuai dengan target yang kita harapkan,” ujar Ibnu.

 

Kegiatan seminar itu  diikuti oleh lebih dari 200 peserta, yang terdiri dari Insan Otorita IKN, Bank Indonesia (BI), Kementerian PPN/Bappenas, Badan Pusat Statistik Republik Indonesia (BPS RI), serta Perwakilan Himpunan Bank Negara di Nusantara. 

 

 Deputi Bidang Perencanaan dan Pertanahan Otorita IKN, Mia Amalia, dalam sambutannya menyampaikan bahwa seminar ini menjadi ruang untuk mendiskusikan hasil kajian  mengenai dampak ekonomi pembangunan IKN pada wilayah sekitar. Menurutnya, pemahaman berbasis data diperlukan agar pembangunan IKN dapat terus diarahkan untuk mendukung transformasi ekonomi.

“Seminar ini adalah upaya kita bersama untuk memahami dampak ekonomi pembangunan IKN. Kajian ini menganalisis dampak ekonomi secara komprehensif bukan hanya di KIPP, namun sampai Kalimantan Timur dan Pulau Kalimantan. Analisis dampak pembangunan tahap awal ini selanjutnya harus diperbarui secara periodik dalam upaya kita bersama untuk memahami dampak IKN dan SEN dalam mendukung transformasi ekonomi nasional,” ujar Mia.

 

Menutup edisi Jumat Belajar ini, Kepala Otorita IKN, Basuki Hadimuljono, yang turut hadir dalam kegiatan tersebut, menekankan agar pembelajaran mengenai 
dampak makroekonomi tidak berhenti sebagai kajian, tetapi diterjemahkan ke dalam program-program di level mikro oleh seluruh unit organisasi Otorita IKN.
 "Hari ini kita belajar makro ekonomi, kita harus ‘membunyikan’ itu pada program-program kita (Otorita IKN) ,” tutup Basuki.