BRIN Dorong Penguatan Talenta Sains Nasional melalui Pemanfaatan Fasilitas Riset Global


Tangerang Selatan, MBGtoday.com, Perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi saat ini semakin bergantung pada ketersediaan fasilitas riset canggih seperti synchrotron radiation, neutron scattering, muon spectroscopy, dan berbagai instrumen karakterisasi material berteknologi tinggi. 

Fasilitas tersebut berperan penting dalam mendukung riset material maju, energi, kesehatan, lingkungan, hingga berbagai aplikasi industri berbasis teknologi tinggi.

Kepala Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material BRIN, Ratno Nuryadi, mengatakan pengembangan talenta riset nasional memerlukan akses yang lebih luas terhadap infrastruktur penelitian berkelas dunia.

“Kemajuan riset material, nanoteknologi, energi, maupun bidang strategis lainnya saat ini sangat bergantung pada pemanfaatan fasilitas riset skala besar. Karena itu, BRIN mendukung penyelenggaraan ILUM 2026 sebagai wadah untuk memperkuat kapasitas peneliti Indonesia, memperluas jejaring kolaborasi, dan meningkatkan pemanfaatan infrastruktur riset global bagi kemajuan sains nasional,” ujar Ratno dalam keterangan tertulisnya, Minggu (18/6).

Menurutnya, forum seperti ILUM memiliki peran strategis dalam mempertemukan peneliti, mahasiswa, pengelola fasilitas riset, dan mitra internasional untuk membangun ekosistem riset yang semakin kuat dan terintegrasi.

“Kami berharap kegiatan ini dapat mendorong semakin banyak peneliti muda Indonesia untuk memanfaatkan fasilitas neutron, synchrotron, muon, dan berbagai infrastruktur riset maju lainnya. Dengan demikian, kualitas penelitian nasional akan semakin meningkat dan mampu memberikan kontribusi yang lebih besar terhadap penyelesaian berbagai tantangan pembangunan berkelanjutan,” tambahnya.

Ketua Indonesian Community for Large Scale Research Facilities (IC-LARFA) sekaligus Ketua I ILUM 2026, Indri Badria Adilina, menjelaskan ILUM 2026 diselenggarakan sebagai platform nasional untuk memperkuat kolaborasi antarpengguna fasilitas riset besar serta memperluas akses komunitas ilmiah Indonesia terhadap berbagai fasilitas penelitian internasional.

“Fasilitas riset skala besar memberikan peluang bagi peneliti Indonesia untuk melakukan karakterisasi material dan eksperimen tingkat lanjut yang sangat diperlukan dalam pengembangan ilmu pengetahuan dan inovasi teknologi. Melalui ILUM 2026, kami ingin memperkuat ekosistem riset dan inovasi pengguna fasilitas tersebut sekaligus menyiapkan generasi peneliti Indonesia yang mampu bersaing di tingkat internasional,” jelas Indri.

ILUM 2026 diselenggarakan oleh Indonesian Community for Large Scale Research Facilities (IC-LARFA), Organisasi Riset Nanoteknologi dan Material BRIN (ORNM-BRIN), serta Advanced Materials Research Center Fakultas Teknik Universitas Indonesia (AMRC-FTUI), bekerja sama dengan Persatuan Pelajar Indonesia (PPI) Tangerang Selatan, Synchrotron Light Research Institute (SLRI), ISIS Neutron and Muon Source Inggris, dan Asia-Oceania Neutron Scattering Association (AONSA).

Kegiatan ini menghadirkan sejumlah pakar nasional dan internasional yang memiliki pengalaman dalam pengembangan dan pemanfaatan fasilitas riset skala besar. Berbagai sesi plenari dan diskusi akan membahas pengembangan ekosistem riset berbasis fasilitas besar, pemanfaatan neutron dan synchrotron untuk karakterisasi material, perkembangan sains berbasis akselerator, pemanfaatan reaktor riset Indonesia, serta peluang kolaborasi internasional bagi peneliti muda.

Selain sesi ilmiah, ILUM 2026 juga akan menghadirkan forum diskusi pengguna, sesi poster ilmiah, dan kegiatan jejaring kolaborasi yang memberikan kesempatan bagi mahasiswa serta peneliti muda untuk berinteraksi langsung dengan para ahli dan pengguna fasilitas riset internasional. 

Melalui forum tersebut, peserta dapat berbagi pengalaman, memperluas jejaring profesional, serta mengeksplorasi peluang riset kolaboratif yang mendukung pengembangan ilmu pengetahuan dan teknologi di Indonesia.

Melalui penyelenggaraan ILUM 2026, BRIN terus mendorong penguatan kapasitas sumber daya manusia, pemanfaatan fasilitas riset global secara lebih optimal, serta pengembangan kolaborasi internasional yang mendukung kemajuan ilmu pengetahuan, inovasi teknologi, dan peningkatan daya saing bangsa di tingkat global.