Karhutla di Riau, 44 Orang Jadi Tersangka
Riau, MBGToday.com, Selama Juli 2025, Polda Riau telah menangkap 29 orang tersangka kasus kebakaran hutan dan lahan (Karhutla) dengan luas yang terbakar mencapai 213 hektare lahan.
Sementara itu, sepanjang Januari-Juli 2025, Polda Riau telah menangkap 44 orang tersangka karhutla.
Menteri Koordinator Bidang Politik dan Keamanan (Menko Polkam) Budi Gunawan mengatakan jajarannya perlu melakukan enam langkah utama untuk menuntaskan masalah karhutla di kawasan Riau.
“Hal pertama sekaligus menjadi target utama adalah memastikan karhutla cepat dipadamkan sehingga asap tidak meluas, apa lagi hingga ke negeri tetangga,” ungkapnya.
Atas dasar itu, Menko Polkam meminta seluruh jajaran satgas karhutla di bawah naungannya untuk mengerahkan personel dan peralatan yang ada untuk memadamkan titik-titik api.
Kedua, Menko Polkam mengatakan Kementerian Kehutanan untuk mengerahkan tim teknis ke lokasi untuk menjalankan upaya perbaikan lahan dampak kebakaran.
Selanjutnya, mengarahkan jajarannya mengaudit seluruh konsesi di 21 kabupaten/kota terdampak karhutla.
“Keempat, moratorium sementara izin baru di lahan gambut, minimal sampai situasi darurat berakhir, fokus pada wilayah Riau, Kalimantan Barat, Jambi, dan Sumatera Selatan," kata Menko Polkam.
Selanjutnya harus dilakukan langkah tegas penegakan hukum atau law enforcement agar terus dilakukan secara konsisten oleh Polri dan Kejaksaan. “Kita juga meminta seluruh pihak untuk menerapkan sanksi administratif bagi pihak yang terbukti terlibat dalam pembakaran hutan,” tegasnya.
Ia pun menginstruksikan secara khusus kepada Menteri kehutanan untuk mencabut konsesi pihak yang terbukti terlibat dalam karhutla. Dengan ragam upaya tersebut, Menko Polkam yakin permasalahan karhutla di seluruh Indonesia dapat ditangani dengan maksimal.
“Saya sangat yakin, dengan komitmen dan sinergi kita bersama, kita akan mampu mengatasi situasi darurat yang kini terjadi,” jelasnya.
Sejauh ini, Pemerintah terus melakukan berbagai upaya pemadaman karhutla di Riau. Salah satunya adalah dengan operasi modifikasi cuaca (OMC) yang dinilai cukup efektif dalam memadamkan api.
“OMC ketika untuk memadamkan karhutla, sangat efektif karena area kebakaran yang luas dengan mendatangkan hujan akan cepat padam. Apalagi lahan gambut harus dibasahi terus." Ujar Kepala Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) Letjen TNI Suharyanto.
Selain itu, akan dilakukan penambahan personel darat yang dilengkapi dengan alat pemadamannya di empat wilayah yang diprioritaskan.
“Menambah Satgas darat dengan perbantuan dari Polres dan Kodim masing-masing 100 personel. Pada wilayah Kabupaten Bengkalis, Kabupaten Rokan Hilir, Kabupaten Rokan Hulu dan Kota Dumai," imbuh Suharyanto.

