Polisi Geledah Rumah Jampidsus, Ini Kata Istana
Jakarta, MBGtoday.com, Menteri Sekretaris Negara Prasetyo Hadi menyatakan pihak Istana menghormati setiap proses hukum yang sedang dilaksanakan aparat penegak hukum, dalam hal ini Polri dalam penanganan kasus-kasus terkait pemberantasan korupsi.
Hadi menekankan pentingnya menjunjung asas praduga tak bersalah guna menghindari munculnya spekulasi maupun penilaian yang tidak produktif selama proses hukum berlangsung.
"Kita semua menghormati setiap proses hukum yang sedang dilaksanakan oleh aparat penegak hukum (APH), dalam hal ini Kepolisian," katanya, Jumat (10/7).
Diketahui, Tim gabungan dari Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortastipidkor) Polri dan Polda Metro Jaya menggeledah 13 lokasi berbeda yang tersebar di wilayah Jakarta dan sekitarnya, terkait penyidikan kasus dugaan kasus korupsi tindak pidana pencucian uang (TPPU) yang melibatkan PT PLN (Persero), PT Asabri (Persero) dan PT Krakatau Steel.
Salah satu rumah di kawasan Sentul diketahui miliki Jaksa Agung Muda Pidana Khusus (Jampidsus) Febrie Adriansyah.
Presiden Prabowo Subianto, jelas Hadi, sejak awal memiliki komitmen kuat dalam upaya pemberantasan korupsi di Indonesia.
Presiden Prabowo telah berulang kali mengingatkan seluruh jajaran pemerintahan, khususnya aparatur negara, untuk segera melakukan pembenahan dan membersihkan diri sebelum langkah penegakan hukum dilakukan.
Presiden Prabowo juga terus menegaskan korupsi merupakan salah satu persoalan terbesar yang masih dihadapi bangsa Indonesia.
Meski demikian, Hadi menilai berbagai tantangan dalam pemberantasan korupsi tidak boleh menjadi alasan untuk menyerah. Pemerintah terus mendorong perbaikan tata kelola, penguatan integritas, serta pembangunan pemerintahan yang bersih.
Selain itu, Mensesneg menekankan pentingnya menjaga situasi kondusif, stabilitas, dan persatuan nasional agar berbagai persoalan bangsa dapat diselesaikan secara bersama-sama.
"Yang tidak kalah penting adalah menjaga kondusivitas, stabilitas, dan persatuan sebagai sesama anak bangsa. Hanya dengan suasana yang aman, bersatu, dan saling percaya, kita dapat menyelesaikan berbagai persoalan bangsa serta mempercepat pelaksanaan program-program pembangunan demi kesejahteraan seluruh rakyat Indonesia," katanya.

