Calon Sekjen PBB Mengerucut 7 Nama


New York, MBGtoday.com, Perebutan kursi Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) berikutnya kini memasuki babak krusial.

Sebanyak 7 kandidat sudah siap bersaing setelah Uganda mengajukan Olara Otunnu pada Sabtu (25/7). Otunnu menjadi kandidat terbaru dalam pemilihan pengganti Antonio Guterres, yang akan mengakhiri masa jabatannya pada 31 Desember 2026.

Otunnu pernah menjabat Wakil Sekretaris Jenderal PBB dan Perwakilan Khusus untuk Anak-anak dan Konflik Bersenjata pada 1997 hingga 2005, ketika PBB dipimpin Kofi Annan. Otunnu juga pernah menjadi utusan Uganda untuk PBB dan sempat menjabat menteri luar negeri negara tersebut.

Pada pemilihan presiden Uganda 2011, Otunnu maju sebagai kandidat dari partai oposisi Uganda People's Congress. Namun, ia kalah dari Yoweri Museveni, yang telah memimpin Uganda sejak 1986.

Kandidat lain adalah Michelle Bachelet. Sosok sosialis berusia 74 tahun ini memiliki rekam jejak mentereng sebagai presiden wanita pertama Chili (2006) dan mantan Kepala Hak Asasi Manusia PBB. 

Sebagai penyintas penyiksaan rezim militer Augusto Pinochet, Bachelet menegaskan bahwa Sekjen PBB harus memiliki "suara moral" yang kuat.

Adapula Maria Fernanda Espinosa, mantan Menteri Luar Negeri Ekuador berusia 61 tahun. Maria juga pernah menjabat sebagai Presiden Majelis Umum PBB. 

Selain itu, Rafael Grossi, diplomat karier berusia 65 tahun yang juga menjabat sebagai Kepala Badan Energi Atom Internasional (IAEA) sejak 2019. 

Pengalamannya berada di pusaran konflik global-seperti program nuklir Iran dan krisis pembangkit nuklir Zaporizhzhia di Ukraina-menjadi modal kuatnya.

Kemudian, Rebeca Grynspan, mantan Wakil Presiden Kosta Rika berusia 70 tahun. Saat ini, Rebeca memimpin badan perdagangan dan pembangunan PBB (UNCTAD), namun memilih mengambil cuti untuk fokus berkampanye. 

Carolyn Rodrigues-Birkett yang berusia 52 tahun merupakan kandidat termuda. Dia pernah menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Guyana yang kini menjabat Duta Besar untuk PBB.

Lalu, Macky Sall mantan Presiden Senegal berusia 64 tahun. Sall diusulkan oleh Burundi selaku ketua Uni Afrika saat ini.

Sejumlah pengamat menilai kompetisi kali ini sangat ketat dan sulit untuk memprediksi siapa yang akan keluar sebagai pemenang. Pasalnya, kekuatan-kekuatan besar dunia masih terpecah suara terkait siapa sosok yang paling tepat memimpin badan dunia tersebut.

Berdasarkan aturan main, seorang kandidat harus mengantongi minimal 9 suara dari 15 negara anggota Dewan Keamanan (DK) PBB sebelum namanya diajukan ke Majelis Umum untuk disahkan.

Namun, tantangan terbesar bukan sekadar mengumpulkan suara, melainkan menghindari hak veto dari lima anggota tetap DK PBB. Masa depan kepemimpinan PBB kini berada sepenuhnya di tangan Amerika Serikat, Inggris, China, Prancis, dan Rusia.