Sinergi BUMN Maritim Harus Dibuktikan Lewat Aksi Nyata
Surabaya, MBGtoday.com, Anggota Komisi VI DPR RI Ida Fauziyah menegaskan pentingnya konsolidasi Badan Usaha Milik Negara (BUMN) yang bergerak di sektor galangan kapal guna memperkuat ekosistem maritim nasional.
Ida menilai angkah penggabungan BUMN galangan kapal memerlukan perhatian serius mengingat besarnya potensi Indonesia sebagai negara kepulauan yang memerlukan sinergi tata kelola secara berkelanjutan.
"Rasanya mengkonsolidasi BUMN galangan kapal itu memang tidak cukup 1 sampai 2 jam, jadi perlu sangat serius mengkonsolidasikannya untuk kita bisa tegak mengatakan kita ini negara kepulauan," ujar Ida dalam keterangan tertulisnya, Senin (27/7).
Belum lama ini, Ida melakukan Kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR RI ke PT Pelabuhan Indonesia (Pelindo) di Surabaya, Jawa Timur.
Menurut Ida, keterpaduan operasional dan penyelarasan arah bisnis antar BUMN maritim seperti PT PAL Indonesia, PELNI, dan ASDP Indonesia Ferry juga menjadi sorotan mendasar agar agenda konsolidasi dapat berjalan nyata di lapangan.
"Saya ngomong ke Pak Dirut, 'In-line-nya di mana Pak, tunjukkan kepada saya?' In-line-nya PT PAL, PELNI, dengan ASDP, itu di mana in-line-nya? Saya tidak melihat itu ada tanda-tanda bahwa Bapak-Bapak semua itu melakukan konsolidasi," ujar Politisi Fraksi PKB tersebut.
Ida menerangkan, kunjungan Kerja Reses Komisi VI DPR RI ke Kota Surabaya ini dilaksanakan untuk memastikan fungsi pengawasan terhadap tata kelola BUMN maritim, khususnya dalam kerangka konsolidasi BUMN galangan kapal di bawah BPI Danantara.
Selain mengevaluasi posisi PT PAL Indonesia sebagai calon induk holding, kunjungan ini menelaah kesiapan peremajaan armada PELNI dan ASDP, peningkatan kinerja infrastruktur pelabuhan oleh Pelindo, hingga optimalisasi aset oleh PT Perusahaan Pengelola Aset.

