Presiden Prabowo Resmikan Akad Massal 62.000 KPR


Batang, MBGtoday.com, Presiden Prabowo Subianto meresmikan Akad Massal 62.000 Unit Kredit Pemilikan Rumah (KPR) Rumah Subsidi dan Kredit Usaha Rakyat (KUR) Perumahan senilai Rp880 miliar yang digelar secara hybrid dan dipusatkan di kawasan Puri Delta City Side Batang, Kabupaten Batang, Provinsi Jawa Tengah, pada Kamis (30/7). 

Program tersebut menjadi bagian dari upaya pemerintah memperluas akses masyarakat berpenghasilan rendah terhadap hunian yang layak sekaligus memperkuat pembiayaan sektor perumahan nasional.

“Saya tidak mau banyak janji, tapi kita lihat perkembangannya akan datang. Rencana-rencana kita akan terus. Bagi kita, kita akan bekerja dengan sangat cepat untuk segera bisa memberi hasil nyata kepada rakyat, menggerakkan ekonomi kita," ujar Presiden.

Kepala Negara mengatakan, berbagai capaian yang diraih pemerintah dalam hampir dua tahun terakhir menunjukkan bahwa arah pembangunan nasional berada pada jalur yang tepat. Menurutnya, hasil kerja pemerintah mulai terlihat meskipun dunia masih menghadapi berbagai tantangan dan ketidakpastian.

"Kita sudah buktikan dalam hampir dua tahun ini. Kita di jalan yang benar, hasilnya sudah nyata. Krisis dunia, krisis dunia bukan krisis yang ringan. Krisis dunia nyata. Perang itu sangat berbahaya dan dahsyat. Untuk itu kita harus kompak," ucap Kepala Negara.

Presiden mengapresiasi berbagai capaian yang telah diraih melalui kerja sama Kementerian Perumahan dan Kawasan Permukiman, pengembang, perbankan, serta sektor swasta. Namun, Kepala Negara mengingatkan bahwa kebutuhan rumah bagi masyarakat masih sangat besar sehingga diperlukan upaya yang lebih cepat dan masif.

“Kita sadar bahwa apa yang sudah kita capai adalah cukup membanggakan tapi kita sadar juga bahwa kebutuhannya masih sangat-sangat banyak. Dan kita sedang merencanakan, kita sedang mempelajari cara-cara yang lebih inovatif,” ujar Presiden.

Dalam mencari terobosan, Presiden menekankan pentingnya keberanian untuk belajar dari pengalaman negara lain. Salah satu yang tengah dipelajari pemerintah adalah keberhasilan India dalam membangun sekitar 40 juta rumah dalam kurun waktu 12 tahun.

“Saya tertarik pada pengalaman, sebagai contoh pengalaman bangsa India. Mereka mampu membuat rumah, 40 juta rumah dalam 12 tahun. Jadi kira-kira 3 juta rumah setahun. Ini saya sedang pelajari bagaimana caranya,” lanjutnya.

Menurut Presiden, metode yang selama ini telah berjalan dengan baik tetap perlu diteruskan. Pada saat yang sama, pemerintah harus berani mencari teknik baru, mengambil risiko yang terukur, serta menghadirkan inovasi yang dapat mempercepat pembangunan perumahan rakyat.

“Tapi kita harus, menurut saya bangsa Indonesia, saya percaya dengan keberanian. Keberanian berpikir, keberanian belajar dari orang lain, keberanian mengambil risiko, keberanian berbuat, keberanian mencari inovasi dan terobosan. Mungkin kita bisa dapat hal-hal yang baik,” ungkap Presiden.