"Agustusan" Jadi Ruang Strategis Tanamkan Nasionalisme


Semarang, MBGtoday.com, Berbagai kegiatan peringatan HUT Kemerdekaan atau sering dikenal dengan istilah Agustusan, didorong untuk menjadi ruang strategis dalam menanamkan kembali jiwa nasionalisme kepada generasi muda.

Wakil Ketua DPRD Jawa Tengah Sarif Abdillah mengatakan, di tengah perkembangan zaman, tradisi Agustusan tetap relevan karena mampu mempererat hubungan sosial sekaligus menumbuhkan semangat nasionalisme. 

"Tradisi Agustusan merupakan salah satu bentuk pelestarian budaya nasional yang mengandung nilai sejarah, persatuan, dan gotong royong," ungkapnya.

Kata Kakung, sapaan akrab Sarif, setiap kegiatan yang dilaksanakan selama bulan Agustus mengingatkan masyarakat bahwa kemerdekaan Indonesia diperoleh melalui perjuangan panjang yang penuh pengorbanan. 

Atas dasar itu, dia juga menginginkan perayaan kemerdekaan bukan hanya sekadar seremonial, tetapi juga menjadi momentum untuk memperkuat rasa memiliki terhadap bangsa.

"Melalui kebersamaan dalam berbagai kegiatan, masyarakat diajak untuk menghargai perjuangan para pahlawan serta memahami pentingnya menjaga persatuan Indonesia," sebut Ketua DPW Partai Kebangkitan Bangsa (PKB) Jateng ini.

Masyarakat, kata Kakung, dapat mengembangkan kegiatan Agustusan dengan lebih kreatif tanpa menghilangkan nilai sejarahnya. Misalnya melalui lomba edukasi sejarah, festival budaya daerah, bakti sosial, hingga kegiatan penghijauan lingkungan.

"Dengan berbagai inovasi tersebut, peringatan Hari Kemerdekaan akan semakin menarik sekaligus memberikan manfaat yang lebih luas bagi masyarakat," katanya.

Kakung pun berharap perayaan Agustusan tidak boleh menjadi sekadar hiburan kosong tanpa isi. Sebaliknya, momentum ini harus diisi dengan hiburan edukatif yang mencerminkan nilai nasionalisme dan heroisme.

"Karena tantangan menjaga nasionalisme pada era digital ini semakin berat. Anak-anak yang tumbuh di tengah derasnya arus informasi perlu didekatkan kembali pada makna kemerdekaan lewat aktivitas nyata di lingkungan mereka," katanya.

Generasi muda, jelas Kakung, juga memiliki peran yang sangat penting dalam melestarikan tradisi Agustusan agar tidak hilang oleh perkembangan teknologi dan budaya asing. Mereka dapat berpartisipasi sebagai panitia, peserta lomba, maupun penggerak berbagai kegiatan sosial yang berkaitan dengan peringatan Hari Kemerdekaan. 

"Keterlibatan aktif tersebut menjadi bentuk nyata kecintaan terhadap Indonesia," jelas legislator dari daerah pemilihan (dapil) Banyumas dan Cilacap ini.

Selain mengikuti kegiatan secara langsung, lanjut Kakung, generasi muda juga dapat memanfaatkan media sosial untuk memperkenalkan tradisi Agustusan kepada masyarakat luas. 

"Dengan cara tersebut, nilai-nilai nasionalisme dapat disampaikan kepada lebih banyak orang sehingga tradisi ini tetap dikenal oleh generasi berikutnya," tandasnya.