Korban Banjir Bandang Nepal 469 Jiwa, 1.400 Masih Hilang


Kathmandu, MBGtoday.com, Banjir bandang menerjang Nepal, menewaskan ratusan orang dan membuat lebih dari seribu lainnya hilang.Dengan jumlah korban tewas masih terus bertambah, skala kehancuran yang sebenarnya masih belum diketahui.

Berdasarkan citra satelit, banjir tersebut kemungkinan dipicu oleh runtuhnya bongkahan es besar dari gletser Himalaya yang terletak sekitar 20 kilometer di timur laut perlintasan perbatasan Rasuwa-Rasuwagadhi.

Runtuhan tersebut menyebabkan berton-ton es dan batu jatuh ke Sungai Bhotekoshi yang berada di bawahnya.

Banjir menghancurkan 19 jembatan dan ruas jalan raya utama sepanjang 40 kilometer, sehingga memutus jalur transportasi dan menyulitkan upaya penyelamatan.

Kepolisian Nepal mengumumkan pada Jumat (28/8) bahwa jumlah korban tewas akibat banjir bandang di negara kawasan Himalaya itu bertambah menjadi sedikitnya 469 orang.

Data terbaru ini disampaikan sekitar 48 jam setelah bencana terjadi pada Rabu (26/8) pagi waktu setempat.

Lebih dari 1.400 orang lainnya, termasuk ratusan warga negara asing (WNA) dari puluhan negara, dinyatakan hilang di Nepal akibat bencana mengerikan tersebut.

Menurut Dewan Pariwisata Nepal, lebih dari 650 wisatawan asing dan lokal dilaporkan hilang di wilayah perbatasan sisi Nepal. 

Mereka yang hilang mencakup 65 orang dari AS, 53 dari Ukraina, 51 dari Malaysia, 35 dari Australia, 33 dari Inggris, 25 dari Kanada, masing-masing sembilan orang dari Singapura dan Korea Selatan, serta delapan orang dari Jerman.

Pemerintah India pada hari Kamis menyatakan bahwa 288 warga negaranya masih "tidak dapat dihubungi" di wilayah Nepal pascabencana alam tersebut.

Otoritas di Beijing mengonfirmasi tiga kematian dan menyatakan bahwa 558 orang masih hilang di Tibet, wilayah yang oleh Beijing disebut sebagai Daerah Otonom Xizang.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri, Lin Jian, mengatakan bahwa 260 warga negara asing termasuk di antara mereka yang hilang. Kementerian Luar Negeri Tiongkok juga menyatakan bahwa 100 warga negara Tiongkok hilang di wilayah perbatasan sisi Nepal akibat banjir bandang tersebut.

Pemerintah Nepal menetapkan Rasuwa, Nuwakot, dan Dhading sebagai "wilayah krisis bencana" selama tiga bulan. Otoritas Nasional Pengurangan dan Manajemen Risiko Bencana meminta operator helikopter dan pesawat nirawak untuk mengoordinasikan upaya penyelamatan dengan pemerintah distrik, badan keamanan, dan pemerintah daerah setempat.