Seniman Masuk Sekolah Perkuat Pemajuan Kebudayaan
Pati, MBGtoday.com, Kehadiran seniman di ruang pendidikan melalui Gerakan Seniman Masuk Sekolah (GSMS) merupakan hasil proses pewarisan budaya dengan membuka ruang bagi generasi muda untuk belajar, berlatih, meningkatkan kreativitas, dan keberanian.
"Program ini merupakan wujud nyata dari upaya pemajuan kebudayaan di tengah peradaban dunia," ujar Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon dalam keterangan tertulisnya, Minggu (29/8).
Belum lama ini, Fadli menghadiri Presentasi Akhir Gerakan Seniman Masuk Sekolah di Kabupaten Pati tahun 2026 di GOR Pesantenan Pati, Pati, Jawa Tengah.
GSMS adalah program kolaborasi Kementerian Kebudayaan bersama pemerintah daerah untuk menghadirkan seniman langsung ke sekolah.
Program pelatihan yang berlangsung mulai 15 Juli hingga 4 September 2026 ini berupaya memberikan pengalaman langsung bagi pelajar untuk mempelajari seni secara nyata melalui interaksi, praktik, dan dialog dengan seniman.
Fadli Zon menyampaikan apresiasi kepada seluruh peserta GSMS atas karya-karya yang telah dipresentasikan. Ia menekankan bahwa GSMS berperan penting untuk menghadirkan kebudayaan dalam pendidikan untuk menumbuhkan kecintaan generasi muda serta menjaga keberlanjutan budaya Indonesia.
“Makna penting dari gerakan seniman masuk sekolah atau GSMS ini bukan sekadar ekstrakurikuler, tapi bagian dari ikhtiar kita menghadirkan kebudayaan secara nyata di tengah proses pendidikan dan juga kehidupan dari generasi muda kita. Jadi melalui GSMS ini, seniman masuk ke ruang pendidikan,” ungkap Menbud Fadli Zon.
GSMS 2026 melibatkan 25 pemerintah daerah, 216 sekolah dari berbagai jenjang (SD hingga SMA/SMK, SLB, dan MTs), serta 221 seniman dan guru pendamping. Melalui keberagaman jenjang ini, para seniman berperan aktif sebagai praktisi yang membagikan ilmu, keterampilan, dan pengalaman kreatif langsung kepada para peserta didik.
Fadli Zon berharap program GSMS dapat terus berlanjut sebagai wadah untuk memupuk kecintaan siswa terhadap seni dan budaya Indonesia.
“Mudah-mudahan kecintaan para siswa yang mengikuti program GSMS ini semakin meningkat dan karya-karya yang dihasilkan semakin baik. Generasi muda diharapkan dapat mencintai seni budaya agar dapat menjunjung tinggi kebudayaan lokal. Sehingga ekspresi seni yang lahir tidak pernah kehilangan identitas dan jati diri bangsa,” jelasnya.
Plt Bupati Pati, Risma Ardhi Chandra menyampaikan bahwa masyarakat Kabupaten Pati sangat antusias terhadap kesenian. Dalam rangka Hari Jadi Kabupaten Pati ke-703 tahun, Pemerintah Kabupaten Pati berkomitmen terus membudayakan seni dan budaya di lingkungan sekolah.
Ia juga menyoroti pentingnya sinergi untuk terus membudayakan seni dan tradisi di lingkungan sekolah melalui para seniman dan kolaborasi dengan pemangku kepentingan kebudayaan.

