Erupsi Sinabung, 21 Penerbangan di Bandara Kualanamu Batal


Karo, MBGtoday.com, Erupsi Gunung Sinabung di Kabupaten Karo, Sumatera Utara, berdampak pada aktivitas penerbangan di Bandara Internasional Kualanamu, Deli Serdang, Selasa (1/9). 

Sebanyak 20 penerbangan dari dan menuju Bandara Kualanamu dibatalkan akibat sebaran abu vulkanik Gunung Sinabung.

Gunung Sinabung mengalami erupsi pada Senin (31/8) sekitar pukul 12.00 WIB. Kolom erupsi teramati mencapai sekitar 3.500 meter di atas puncak atau sekitar 5.960 meter di atas permukaan laut.

Selain itu, sejumlah penerbangan mengalami keterlambatan dan pengubahan jadwal akibat gangguan serupa. Manager of Corporate Affairs PT Angkasa Pura Aviasi, Mohamad Hikmat Hidayat, membenarkan adanya gangguan operasional penerbangan tersebut.

“Sebagai langkah keselamatan penerbangan, kami menginformasikan penutupan sementara aerodrome Bandar Udara Internasional Kualanamu pada Senin, 1 September 2026 mulai pukul 10.50 WIB hingga pukul 12.45 WIB, akibat dampak abu vulkanik Gunung Sinabung. Informasi tersebut bersifat dinamis dan dapat diperbarui menyesuaikan perkembangan kondisi terkini,” kata Hikmat.

Sementara itu, Kapolda Sumatera Utara Irjen Pol. Whisnu Hermawan Februanto meninjau langsung kondisi terkini Gunung Api Sinabung.

Peninjauan dilakukan untuk melihat secara langsung perkembangan situasi pascaerupsi sekaligus memastikan kesiapan jajaran kepolisian dalam mendukung penanganan bencana serta memberikan rasa aman kepada masyarakat di wilayah terdampak.

Di lokasi, Kapolda menerima paparan mengenai perkembangan aktivitas Gunung Sinabung. Paparan tersebut menjadi bahan bagi jajaran kepolisian untuk memahami kondisi terkini serta langkah-langkah yang perlu dilakukan dalam menghadapi perkembangan situasi di lapangan.

Kabid Humas Polda Sumut Kombes Pol. Dr. Ferry Walintukan mengatakan, kunjungan Kapolda merupakan bentuk kesiapsiagaan Polri dalam memastikan situasi pascaerupsi terpantau dengan baik.

"Kapolda Sumut ingin memastikan secara langsung bagaimana kondisi Gunung Sinabung pascaerupsi dan kesiapan personel di lapangan dalam memberikan pelayanan serta perlindungan kepada masyarakat," ujar Ferry.

Usai menerima paparan, Kapolda bersama rombongan naik ke lantai II Pos Pengamatan untuk melihat langsung kondisi Gunung Sinabung menggunakan perangkat pemantauan, termasuk seismometer dan teropong pemantau terestrial.

Dari Pos Pengamatan, rombongan kemudian bergerak menuju Simpang Tiga Kicat, Kecamatan Namanteran. Di lokasi tersebut, Kapolda meninjau Posko Siaga Bencana dan melihat kesiapan personel yang bertugas.

Kapolda juga menyerahkan bingkisan berupa paket Polri untuk masyarakat kepada personel yang bertugas di posko sebagai bentuk dukungan dan perhatian terhadap anggota yang berada di garis depan pelayanan kebencanaan.

Ferry menegaskan, Polri bersama pemerintah daerah dan instansi terkait akan terus berkoordinasi dalam memonitor perkembangan situasi Gunung Sinabung.

"Yang paling utama adalah keselamatan masyarakat. Polri akan terus berkoordinasi dengan pemerintah daerah dan pihak terkait, serta memastikan personel siap memberikan pelayanan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan," katanya