6.197 Penerima Bansos Dinonaktifkan, Ini Alasannya
Ungaran, MBGtoday.com, Ribuan warga Kabupaten Semarang, Jawa Tengah penerima manfaat berbagai bantuan sosial Kementerian Sosial RI dinonaktifkan. Pasalnya, identitas pribadi mereka terindikasi terlibat dalam kegiatan judi online, hasil deteksi PPATK.
Kepala Dinas Sosial Kabupaten Semarang, Istichomah mengatakan, total ada 6.197 penerima manfaat yang dinonaktifkan sampai dengan akhir Agustus 2026. Angka itu sekitar tujuh persen dari seluruh penerima Bansos di Kabupaten Semarang.
Keluarga penerima manfaat (KPM) nonaktif itu, lanjutnya, tersebar di 19 kecamatan, dengan jumlah terbanyak ada di Kecamatan Suruh, Bringin, dan Tengaran. Jumlahnya masing-masing di atas 500 keluarga penerima manfaat, di tiga kecamatan itu.
Disampaikan, ada komplain dari perangkat desa mengapa bantuan berupa bantuan pangan nontunai (BPNT) dan program keluarga harapan (PKH) dihentikan, dengan alasan terlibat judi online. Padahal penerima manfaat itu seorang lanjut usia dan tidak punya handphone.
“Mungkin saja Kartu Keluarga Sejahtera itu digunakan anaknya atau cucunya untuk mengambil bantuan sosial. Namun, kemudian juga untuk judi online. KKS memang harus dipegang sendiri oleh penerima, ” terang Istichomah, Kamis (3/9).
Istichomah menjelaskan, penerima manfaat yang tidak merasa melakukan aktivitas judi online dapat mengajukan sanggahan. Caranya, dengan melampirkan surat pernyataan KPM bersangkutan, ditambah surat keterangan dari kepala desa, jika benar-benar tidak terlibat judi online. Pihaknya akan meneruskan surat itu ke Kementerian Sosial RI. Sudah ada sepuluh surat sanggahan terverifikasi yang telah dikirimkan. Dicontohkan, seorang lansia perempuan penerima BPNT di Susukan yang terbukti tidak terlibat judol, namun identitasnya digunakan anggota keluarganya.
Dihubungi terpisah, Kades Kalisidi Ungaran Barat, Dimas Prayitno Putra mengatakan, dirinya telah menandatangani surat keterangan bukan pelaku judi online untuk enam penerima manfaat bansos. Total ada 22 penerima bansos Kemensos RI di Kalisidi yang dinonaktifkan.
“Lebih dari separuhnya adalah lansia yang tidak punya HP Android dan tidak mengakses bank,” pungkasnya.

