Hangabehi Gelar Jumenengan, Tandai Naik Takhta Sebagai Raja Keraton Solo


Solo, MBGtoday.com, Paku Buwana (PB) XIV Hangabehi resmi menjalani Jumenengan di Keraton Surakarta Hadiningrat, Solo, Sabtu (5/9). Prosesi ini sebagai penanda naik takhta menjadi raja Keraton Solo.

Jumenengan merupakan salah satu tradisi penting dalam Keraton Solo yang menjadi bagian dari pengukuhan seorang raja. Dalam prosesi tersebut, PB XIV menjalani sejumlah tahapan adat sekaligus menyampaikan ikrar sebagai penguasa baru Keraton Solo.

Prosesi diawali dengan keluarnya PB XIV Hangabehi dari Keraton menuju Siti Hinggil. Ia mengenakan ageman atau busana Singkeman Ageng dan didampingi para pengiring, kerabat, serta perangkat upacara sesuai tata adat Keraton Kasunanan Surakarta.

Rangkaian prosesi juga disertai ampilan dalem atau pusaka serta perangkat kesenian yang menjadi bagian dari upacara adat. Setelah tiba di Siti Hinggil, PB XIV Hangabehi kemudian berjalan menuju Pagelaran. 

Tepat di depan Watu Gilang, ia mengucapkan ikrar sebagai penerus raja Keraton Surakarta Hadiningrat di hadapan para abdi dalem yang duduk bersila di Pagelaran. Seusai mengucapkan ikrar, PB XIV Hangabehi kembali menuju Siti Hinggil dengan diiringi ulama.

Ketua Lembaga Dewan Adat (LDA) Keraton Solo, GRAy Koes Moertiyah Wandansari atau Gusti Moeng, mengatakan seluruh rangkaian Jumenengan digelar sebagai bentuk kepatuhan terhadap tata adat dan pakem Keraton Solo.

“Rangkaian acara dalam rangka melengkapi bertakhtanya Sinuwun Pakubuwono XIV akan dimulai sejak sore hari,” ujar Gusti Moeng seusai acara.

Menurutnya, rangkaian tersebut merupakan bagian dari prosesi adat untuk melengkapi bertakhtanya PB XIV Hangabehi sebagai Sinuwun Keraton Solo.

“Di Mangguntur Tangkil, Sinuwun akan menyampaikan kesanggupannya untuk menjalankan apa yang menjadi amanah dan perintah para leluhur melalui pagelaran atau prosesi adat yang telah diwariskan,” ungkap Gusti Moeng.