Kemdiktisaintek Kucurkan Rp47,1 Miliar Perkuat Riset dan Pengabdian
Jakarta, MBGToday.com, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi (Kemdiktisaintek) menyalurkan pendanaan sebesar Rp47,1 miliar untuk memperkuat ekosistem riset dan pemberdayaan masyarakat masyarakat.
Penyaluran dilakukan dalam penandatanganan kontrak selama 3 tahun, Bersama Pimpinan Perguruan Tinggi, Kepala Lembaga Layanan Pendidikan Tinggi (LLDikti).
Adapula, Pengelola PUI-PT, serta Ketua Lembaga Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (LPPM) dari berbagai wilayah di seluruh Indonesia sebagai bentuk komitmen kolektif dalam memperkuat ekosistem riset dan pengabdian.
“Ini bukan hanya soal pencairan dana, tetapi penguatan ekosistem riset dan inovasi yang berkelanjutan dan berdampak nyata bagi masyarakat,” ujar Direktur Jenderal Riset dan Pengembangan (Dirjen Risbang) Kemdiktisaintek Fauzan Adziman, dalam keterangan tertulisnya, Kamis (31/7).
Fauzan menjelaskan program ini merupakan bagian dari kelanjutan pendanaan Program Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat Batch I yang telah mencapai Rp1,47 triliun.
Adapun alokasi Batch II mencakup tiga skema utama: Rp25,7 miliar untuk Program Penelitian (375 proposal dari 110 perguruan tinggi), Rp17,2 miliar untuk Program Pengabdian kepada Masyarakat (496 proposal dari 399 institusi), dan Rp4,2 miliar untuk mendukung sembilan lembaga Pusat Unggulan Ilmu Pengetahuan dan Teknologi (PUI-PT) terpilih.
"Pendanaan tersebut tersebar di 38 provinsi, mencerminkan komitmen Kemdiktisaintek terhadap pembangunan berbasis riset yang inklusif dan menjangkau seluruh wilayah Indonesia," ujar Fauzan.
Direktur Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat, I Ketut Adnyana menambahkan bahwa seluruh proposal program penelitian dan pengabdian kepada masyarakat yang didanai pada batch II telah melalui proses seleksi administrasi dan substansi, serta pendampingan secara sistematis melalui bimbingan teknis.
Fokus utama Program Penelitian Batch II diarahkan pada penguatan kapasitas riset di politeknik dan akademi, Sementara itu, Program Pengabdian kepda Masyarakat menekankan pada upaya pemberdayaan masyarakat berbasis hasil riset yang aplikatif dan kontekstual, serta tersebar di berbagai kabupaten dan kota di seluruh Indonesia.
"Ini bukan hanya soal pendanaan, tetapi juga pembangunan kapasitas institusi dan penjaminan mutu sejak tahap awal," ujar Ketut.
Diketahui, pendanaan Program PUI-PT Lanjutan Tahun 2025 diberikan kepada lembaga yang telah menunjukkan kinerja unggul dan kontribusi strategis.

