Keracunan MBG Berulang, SPPG Harus Dapat Peringatan


Batang, MBGtoday.com, Peristiwa keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang terjadi di Kecamatan Bawang, Kabupaten Batang, Jawa Tengah langsung membawa Anggota Komisi VIII DPR RI Yoyok Riyo Sudibyo untuk mengetahui kondisi terkini para korban. 

Bukan tanpa alasan, pasalnya peristiwa ini sudah terjadi untuk keduakalinya, maka sebagai langkah pencegahan, perlu diberikan peringatan keras dari Badan Gizi Nasional (BGN) terhadap Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi Nasional (SPPG) yang tidak memenuhi standarisasi kualitas.

Dalam pantauannya, diakuinya sebagian besar korban adalah warga kampung halamannya dari Kecamatan Bawang. Sehingga memastikan para korban tertangani dengan baik merupakan sebuah hal penting baginya.

“Ya Allah, kuwi kabeh tetanggaku Mas Bupati, (itu semua tetangga saya Mas Bupati). Ya saya prihatin, dan cukup kaget makanya saya langsung nengok ke sini,” katanya, usai meninjau di area ruang Wijayakusuma, RSUD Batang, Kabupaten Batang, Kamis (24/9).

Di sisi lain, ia pun mengapresiasi kesigapan Bupati Batang maupun tenaga medis di Puskesmas dan RSUD dalam penanganan korban terdampak keracunan MBG.

“Terima kasih Mas Bupati sama Bu Kepala Dinkes dan Bu Direktur RSUD, tetangga saya sudah ditangani dengan cepat,” kata Yoyok yang juga pernah menjadi Bupati Batang ini.

Menyikapi kejadian luar biasa tersebut, mantan Bupati Batang itu pun, sempat menyatakan responnya terhadap program unggulan Presiden Prabowo Subianto. Saya nggak menolak program MBG, justru apresiasi kerja dari presiden yang berniat memberikan gizi bagi anak-anak Indonesia.

“Program tersebut sebetulnya baik, hanya saja perlu diketahui lebih mendalam apa orientasi para pelaksana hingga tingkat bawah. Andaikata orientasinya itu bukan meningkatkan kualitas gizi anak Indonesia, tapi malah bisnis, sampai kapan Mas Daryono sebagai Kepala BGN kuat,” terangnya.

Nyatanya, satu Satuan Pemenuhan Gizi Nasional (SPPG) melayani 2.600 porsi, yang harus dimasak dalam semalam dan didistribusikan keesokan harinya secara cepat.

“Saran saya Mas Daryono harus mulai memberikan penghargaan apabila berprestasi dan peringatan apabila SPPG bermasalah,” pungkasnya.