Rehabilitasi Candi Mendut, Ingatkan Penguatan Struktur
Magelang, MBGtoday.com, Menteri Kebudayaan RI, Fadli Zon, menekankan pentingnya penguatan struktur dalam rehabilitasi Candi Mendut, Kabupaten Magelang, Jawa Tengah, untuk menjaga keutuhan bangunan dan mendukung kelestariannya dalam jangka panjang.
Hal tersebut disampaikannya saat meninjau langsung proses rehabilitasi Candi Mendut dalam rangkaian kunjungan kerja di Jawa Tengah.
Dalam peninjauan tersebut, Menbud menyoroti bagian bangunan yang mengalami penggembungan serta rencana penanganan atap dan stupa.
Fadli menyampaikan bahwa rehabilitasi yang sedang dilakukan oleh Kementerian Kebudayaan tersebut bertujuan untuk memperbaiki kondisi bangunan sekaligus meningkatkan ketahanannya terhadap potensi risiko kerusakan, termasuk gempa bumi.
“Candi Mendut ini kita perbaiki agar lebih utuh dan kuat. Kita juga mengupayakan agar bangunannya lebih tahan terhadap potensi risiko, termasuk gempa bumi. Karena itu, setiap langkah penanganan harus dilakukan dengan perhitungan yang tepat agar hasil rehabilitasi dapat mendukung kelestarian candi dalam jangka panjang,” ujar Fadli dalam keterangan tertulisnya, Kamis (15/10).
Candi Mendut merupakan candi bercorak Buddha yang letaknya tidak jauh dari Candi Borobudur dan Candi Pawon, yang bersama-sama menjadi bagian penting dari warisan budaya di kawasan Magelang. Nilai sejarah, arsitektur, dan spiritual yang dimilikinya menjadikan pelestarian Candi Mendut penting bagi keberlanjutan warisan budaya Indonesia.
Dalam sejarah pelestariannya, Candi Mendut telah melalui beberapa tahap pemugaran sejak masa kolonial. Catatan sejarah mencakup pekerjaan pemugaran pada 1897–1904, 1908, dan 1925. Riwayat tersebut memperlihatkan pentingnya penanganan berkelanjutan untuk menjaga kondisi bangunan dan mencegah kerusakan lebih lanjut.
Dalam rehabilitasi saat ini, penanganan dilakukan dengan mempertimbangkan kondisi batuan dan karakteristik bangunan. Menteri Kebudayaan juga menyoroti rencana perbaikan atap dan stupa yang perlu dikaji bersama para ahli. Setiap metode pengerjaan harus mengacu pada prinsip konservasi dan ketentuan yang berlaku agar intervensi tetap memperhatikan nilai penting cagar budaya.
“Kita menggunakan intervensi yang sesuai dengan asas-asas konservasi. Perhitungan terhadap batu-batu dan bahan yang digunakan harus mengikuti ketentuan yang ada. Kita juga perlu berkonsultasi dengan para ahli, terutama dalam penanganan atap dan stupa, agar rehabilitasi dilakukan secara tepat dan bertanggung jawab,” tambah Menbud.
Turut hadir dalam peninjauan, di antaranya tokoh spritual Buddhis Indonesia, Bhante Sri Paññāvaro Mahāthera; Staf Khusus Menteri Bidang Protokoler dan Rumah Tangga, Rachmanda Primayuda; Kepala Museum dan Cagar Budaya, Indira Estiyanti Nurjadin; Direktur Warisan Budaya, Agus Widiatmoko; Kepala Balai Pelestarian Kebudayaan Jawa Tengah, Riris Purbasari; serta pakar sekaligus Ketua Tim Penyusun Heritage Impact Assessment (HIA), Ali Akbar.
Menbud Fadi Zon berharap rehabilitasi Candi Mendut dapat berjalan dengan baik melalui penerapan metode yang tepat dan keterlibatan para ahli. Upaya ini diharapkan tidak hanya memperbaiki kondisi bangunan, tetapi juga memastikan warisan budaya tersebut tetap terjaga untuk generasi mendatang

