Ingin Indonesia Jadi Pusat Modest Fashion Dunia


Jakarta, MBGtoday.com, Kementerian Ekonomi Kreatif/Badan Ekonomi Kreatif ingin Indonesia menjadi kiblat modest fashion dunia. Tak hanya itu, Wamen Ekraf Irene Umar turut menegaskan agar Indonesia menjadi pusat inovasi fesyen berkelanjutan.

“Dari Kementerian Ekonomi Kreatif, ada dua fokus yang sangat penting untuk fesyen. Pertama, menjadikan Indonesia sebagai pusat modest fashion dunia. Kedua, menjadikan Indonesia sebagai pusat inovasi sustainable fashion. Fesyen berkelanjutan bukan hanya mengenai bahan yang digunakan, tetapi juga bagaimana busana menjadi bagian dari identitas penggunanya,” ujar Irene dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (17/10).

Belum lama ini, Irene menghadiri Fashion Parade #7 Indonesia International Modest Fashion Festival (IN2MOTIONFEST) x Jakarta Muslim Fashion Week (JMFW) 2026 di Jakarta International Convention Center (JICC).

Irene menekankan bahwa pengembangan fesyen berkelanjutan wajib menyeimbangkan kapasitas produksi, kelestarian lingkungan, serta keunikan desain. Strategi ini diperkuat melalui kolaborasi lintas subsektor, salah satunya memadukan wastra Nusantara dengan industri gim internasional. 

Irene mencontohkan motif batik yang ia kenakan sebagai bagian dari suvenir resmi PUBG Mobile World Championship. Langkah ini membuktikan potensi budaya lokal masuk ke ekosistem digital global.

“Batik dan wastra Indonesia merupakan kebudayaan kita yang sangat diapresiasi di luar negeri. Namun, di dalam negeri, menjadi tugas kita bersama untuk memastikan anak-anak muda merasa relevan menggunakan budaya Indonesia karena ini adalah identitas kita sebagai bangsa Indonesia. Caranya bisa melalui kolaborasi dengan jenama internasional maupun perluasan pasar ke luar negeri,” kata Irene.

Rangkaian koleksi menonjolkan kekayaan wastra Nusantara lewat pendekatan desain kontemporer. Fahmi Sasirangan mengolah kain tradisional Kalimantan Selatan menjadi busana modern, sementara KAYO memadukan batik dan tenun dengan teknik laser cut, bordir, serta ornamen tiga dimensi. 

Desainer Taiwan, Erika Chung, turut memperkuat narasi keberlanjutan menggunakan serat alami dan bahan daur ulang.