Pelestarian Seni Tradisional Jadi Kunci Jaga Identitas Budaya Daerah


Jakarta, MBGtoday.com, Pelestarian kesenian tradisional membutuhkan perhatian dan pembinaan berkelanjutan agar warisan budaya daerah tetap hidup di tengah perkembangan zaman. 

Anggota DPR RI dari Dapil NTB Fauzan Khalid mengatakan, dukungan terhadap seniman lokal, termasuk melalui kesempatan tampil di berbagai kegiatan, menjadi salah satu upaya menjaga keberlangsungan seni tradisional sekaligus memperkenalkannya kepada generasi muda.

Nilai budaya yang terkandung dalam kesenian tradisional perlu terus diwariskan agar tidak tergerus perubahan zaman. Karena itu, pelestarian tidak cukup dilakukan dengan mempertahankan bentuk pertunjukan, tetapi juga perlu disertai pembinaan seniman dan perluasan ruang tampil bagi kelompok kesenian daerah," ujar Fauzan dalam keterangan tertulisnya, Senin (19/10).

Belum lama ini, Fauzan bersilaturahmi dengan seniman tradisional Sasak yang tergabung dalam Grup Cilokaq Alur Wah di Desa Pandan Indah, Kecamatan Praya Barat Daya, Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat.

“Silaturahmi kepada para seniman lokal ini sebagai wujud apresiasi dan perhatian kami, khususnya Fraksi NasDem DPR RI kepada para seniman. Kami berkomitmen untuk terus mendukung dan bersama-sama ikut melestarikan Cilokak sebagai kesenian khas Sasak yang sangat berharga ini,” sebutnya.

Fauzan menjelaskan, Cilokaq merupakan kesenian musik tradisional masyarakat Sasak yang memadukan musik dan syair. Kesenian ini tidak hanya berfungsi sebagai hiburan, tetapi juga menjadi media penyampaian nasihat, petuah, dan nilai-nilai kehidupan yang tumbuh dalam masyarakat.

Syair dalam kesenian Cilokaq kerap menggunakan lelakaq atau kayaq, yakni puisi tradisional masyarakat Sasak yang menyerupai pantun. 

Syair tersebut memuat beragam pesan, mulai dari nasihat dan nilai moral hingga ajaran keagamaan yang diwariskan melalui tradisi lisan. Pertunjukannya diiringi berbagai instrumen tradisional, seperti gambus, suling, gendang, biola, mandolin, rerincik, dan jidur. Kesenian ini juga hadir dalam berbagai kegiatan masyarakat, mulai dari acara adat perkawinan hingga khitanan dan perayaan daerah.

“Sekali lagi, karena ingin turut melestarikan budaya Sasak, maka saya pun berjanji siap menjadi pembina Grup Cilokaq Alur Wah sesuai permintaan para seniman. Saya upayakan agar grup cilokak bisa pentas pada ajang-ajang besar yang digelar di Lombok,” ujar politisi Fraksi Partai NasDem itu.

Ketua Grup Cilokaq Alur Wah, Sahdan, menyambut baik kesediaan Fauzan menjadi pembina. Ia menyampaikan apresiasi atas perhatian yang diberikan kepada para seniman Cilokak, sekaligus berharap dukungan tersebut dapat membantu keberlangsungan dan pengembangan kesenian tradisional Sasak