Pemkab Bogor Rencanakan Mini Zoo di Pakansari, Upayakan Tak Bebani APBD
CIBINONG – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Bogor berencana membangun kebun binatang mini atau Mini Zoo di kawasan Gelora Stadion Pakansari, Cibinong. Untuk merealisasikan rencana tersebut, pemerintah daerah tengah menjajaki kerja sama dengan pihak swasta agar pembangunannya tidak membebani Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD).
Bupati Bogor Rudy Susmanto mengatakan, pihaknya masih mengkaji sejumlah skema pendanaan dan menjalin komunikasi dengan calon mitra swasta. Langkah ini dilakukan untuk memastikan pembangunan fasilitas baru tersebut tidak menimbulkan beban anggaran daerah pada masa mendatang.
“Perencanaannya, Mini Zoo ini tidak mau bersumber dari APBD. Kami mencoba berkomunikasi dan mencari beberapa formulasi agar kebijakan yang ditetapkan tidak menjadi beban APBD di kemudian hari,” ujar Rudy kepada wartawan di Cibinong, Selasa (20/10/2026).
Salah satu konsep yang tengah dipertimbangkan adalah mengintegrasikan Mini Zoo dengan kawasan hutan kota yang berada di sekitar Gelora Stadion Pakansari. Melalui konsep tersebut, kawasan hijau yang sudah ada dapat tetap dipertahankan sekaligus dikembangkan menjadi ruang rekreasi bagi masyarakat.
Rudy menegaskan, rencana pembangunan Mini Zoo tidak akan menghilangkan pepohonan yang tumbuh di lokasi tersebut. Sebaliknya, keberadaan pohon-pohon itu akan menjadi bagian dari konsep kawasan kebun binatang mini yang direncanakan.
“Rencana awal dan sampai sekarang kita tetap rencanakan di sini, sekitaran Gelora Stadion Pakansari. Mini Zoo ini tidak menghilangkan pohon-pohon yang ada. Jadi, pohon-pohon ini tetap menjadi bagian dari kawasan kebun binatang mini yang akan kita bangun,” ungkapnya.
Meski demikian, Pemkab Bogor masih mempertimbangkan prioritas pembangunan pada 2027, antara Mini Zoo atau Teras Pakansari. Kedua proyek tersebut dinilai memiliki manfaat berbeda bagi masyarakat, sehingga pemerintah daerah perlu menentukan tahapan pelaksanaannya.
Teras Pakansari direncanakan menjadi wadah bagi pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) untuk mengembangkan usaha sekaligus menyediakan ruang bagi aktivitas ekonomi masyarakat. Lokasinya direncanakan berada di ujung Jalan Ediyoso, di sisi kanan jalan.
Berbeda dengan Mini Zoo yang direncanakan melalui kolaborasi bersama pihak swasta, pembangunan Teras Pakansari akan menggunakan APBD Kabupaten Bogor.
“Pada 2027, kami masih menimbang apakah Mini Zoo atau Teras Pakansari yang akan didahulukan. Kami ingin para pelaku UMKM memiliki wadah atau rumah untuk menjalankan usahanya. Salah satunya melalui Teras Pakansari yang direncanakan di ujung Jalan Ediyoso sebelah kanan,” tambah Rudy.
Selain skema pendanaan, Pemkab Bogor juga masih membahas mekanisme operasional Mini Zoo bersama calon mitra swasta. Salah satu hal yang menjadi perhatian adalah akses masyarakat terhadap fasilitas rekreasi tersebut.
Rudy menyebutkan, pemerintah daerah berharap Mini Zoo dapat dinikmati masyarakat secara gratis. Namun, pihak swasta yang diajak bekerja sama mempertimbangkan penerapan tarif masuk untuk mendukung biaya operasional dan pemeliharaan satwa.
“Tentunya ada beberapa ketentuan yang perlu dibahas. Kami berharap Mini Zoo ini tidak berbayar, tetapi pihak swasta juga mempertimbangkan biaya operasional sehingga mengusulkan adanya tarif masuk. Ini yang terus kami komunikasikan bersama agar Mini Zoo menjadi taman yang dilengkapi beberapa satwa dan masyarakat bisa menikmatinya secara gratis,” tuturnya.
Pemkab Bogor berharap rencana pengembangan kawasan Pakansari dapat menghadirkan ruang publik yang lebih beragam, mulai dari kawasan hijau dan rekreasi keluarga hingga pusat aktivitas ekonomi bagi pelaku UMKM. Namun, realisasi Mini Zoo maupun Teras Pakansari masih menunggu keputusan mengenai prioritas pembangunan dan skema kerja sama yang akan diterapkan.

