Hari Pramuka Setiap 14 Agustus, Ini Sejarahnya


Jakarta, MBGToday.com, Hari Pramuka diperingati setiap tanggal 14 Agustus. Tahun 2025 ini, memasuki peringatan yang ke-64.

Gerakan Pramuka secara resmi diperkenalkan ke masyarakat luas oleh Presiden Soekarno pada 1961. Ketika itu, digelar upacara di halaman Istana Negara dan Soekarno menyerahkan Panji Gerakan Pramuka ke Sri Sultan Hamengkubuwono IX yang merupakan ketua pertama Kwartir Nasional atau Kwarnas Gerakan Pramuka.

Awalnya, setelah Proklamasi, pada 27-29 Desember 1945 di Surakarta digelar Kongres Kesatuan Kepanduan Indonesia yang melahirkan Pandu Rakyat Indonesia sebagai wadah tunggal.

Namun, agresi militer Belanda pada 1948 membuat Pandu Rakyat dilarang di wilayah pendudukan, memicu lahirnya organisasi baru seperti Kepanduan Putera Indonesia (KPI), Pandu Puteri Indonesia (PPI), dan Kepanduan Indonesia Muda (KIM).

Kemudian pada 1950-an, jumlah organisasi kepanduan mencapai sekitar 100-an dan tergabung dalam Persatuan Kepanduan Indonesia (Perkindo).

Sayangnya, perbedaan pandangan membuat Perkindo lemah, bahkan sempat diincar pihak komunis untuk diarahkan menjadi gerakan Pionir Muda.

Melihat perpecahan tersebut, Presiden Indonesia saat itu, Presiden Soekarno bersama Sri Sultan Hamengku Buwono IX (Pandu Agung) menginisiasi penyatuan semua organisasi kepanduan.

Akhirnya, nama "Pramuka" diresmikan pada 9 Maret 1961, disusul penerbitan Keppres No. 238 Tahun 1961 pada 20 Mei. Ada juga Hari Ikrar pada 20 Juli yang menjadi tanda bila semua organisasi sepakat melebur menjadi satu.

Puncak sejarah terjadi pada 14 Agustus 1961. Dalam upacara di Istana Negara, Presiden Soekarno menyerahkan Panji Gerakan Pramuka kepada Sri Sultan HB IX, yang ditunjuk sebagai ketua pertama Nasional Gerakan Pramuka.

Tahun ini, Kwartir Nasional menerbitkan panduan perayaan dan menetapkan tema, logo, hingga filosofi peringatan.

Kwartir Nasional Gerakan Pramuka Indonesia memperkenalkan logo HUT Pramuka berupa angka 64 dengan desain menyerupai pita yang mengalir dan mengkombinasikan warna merah, hitam dan putih. 

Angka 64 menunjukkan usia keberadaan mereka di Tanah Air, sementara bentuk pita yang melambai menggambarkan bahwa Gerakan Pramuka bukanlah organisasi yang statis, tetapi terus bergerak maju, beradaptasi, dan relevan dengan perkembangan zaman.