Himbara dan Pemerintah Harus Jaga Kepercayaan Publik
Jakarta, MBGtoday.com, Wakil Ketua Komisi XI DPR RI M. Hanif Dhakiri mengingatkan bahwa pertumbuhan ekonomi Indonesia yang tercatat 5,12% pada pertengahan tahun ini belum diikuti dengan efek langsung terhadap kesejahteraan masyarakat Indonesia.
Salah satunya terkait penyerapan tenaga kerja Indonesia yang belum sesuai harapan.
Menurutnya, situasi ini menjadi tantangan besar bagi pemerintah beserta perbankan.
“Kalau lihat angkanya, pertumbuhan memang naik tapi di bawah stagnan, orang banyak yang belum punya pekerjaan,” kata Hanif dalam keterangan tertulisnya, Jumat (15/8).
Lebih lanjut, dirinya menilai, di tengah pertumbuhan yang tidak merata, bank-bank Himbara diberikan tanggung jawab besar berupa berbagai program pemerintah yang membutuhkan penyaluran dana besar, seperti Koperasi Merah Putih.
Di sisi lain, ia juga mengingatkan agar kebijakan Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) terkait pemblokiran rekening dilakukan dengan koordinasi yang lebih baik, termasuk dengan Himbara.
Tanpa upaya tersebut, jelasnya, kepercayaan publik terhadap perbankan bisa menurun, yang mana akhirnya akan berdampak pada sirkulasi uang dan pertumbuhan ekonomi di lapisan bawah.
“Bank Himbara harus tetap optimal dan hati-hati. Kita harus mendukung penuh, tapi jangan sampai beban besar membuat kinerja perbankan justru kontraproduktif terhadap tujuan nasional,” tegasnya.

