Ketua DPRD Jateng Ingatkan Kemiskinan, Ahmad Luthfi: Kerja Kita Bukan Superman


Semarang, MBGtoday.com, Pidato kenegaraan Presiden RI Prabowo Subianto yang disampaikan dalam Sidang Tahunan MPR RI pada Jumat (15/8), memacu motivasi bagi pemerintahan Provinsi Jawa Tengah dalam percepatan pembangunan.

Ketua DPRD Jawa Tengah, Sumanto mengatakan, dalam rangka peringatan 80 tahun Indonesia Merdeka disampaikan pidato oleh Ketua MPR, DPR, dan Presiden. 

“Otomatis memberikan semangat kepada daerah-daerah untuk lebih bisa membangun daerahnya,” katanya seusai mengikuti Sidang Tahunan MPR RI secara daring, di Gedung Berlian Semarang, Jumat (15/8).

Ditambahkan, salah satu yang menjadi atensi dalam pidato Presiden adalah membuat angka kemiskinan, khususnya kemiskinan ekstrem menjadi nol persen. Ini merupakan tantangan yang harus diperjuangkan bersama-sama.

“Tadi sudah bisik-bisik dengan Gubernur, ini akan kita perjuangkan walaupun tantangannya berat. Tapi ini harus kita laksanakan, karena mereka (masyarakat miskin) adalah warga negara Indonesia yang memiliki kedudukan sama, mungkin nenek atau kakeknya dulu juga berjuang untuk kemerdekaan Indonesia,” bebernya.

Maka dari itu, diperlukan pendekatan secara komprehensif, supaya warga yang masuk kategori miskin bisa terentaskan.

“Ini yang menjadi tantangan seluruh pihak, mulai Gubernur, DPRD, Aparatur Sipil Negara, masyarakat, dan pengusaha, untuk mengeroyok bersama. Ini harus betul-betul kita lakukan, kita betul-betul perjuangkan, supaya kehidupan lebih layak lagi,” jelas Sumanto.

Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi menyampaikan, kerja-kerja kolaboratif harus digelorakan di Jawa Tengah, untuk mengentaskan kemiskinan di wilayah ini.

“Ini adalah tugas dan tantangan kita bersama. Kita punya motto bahwa kerja kita bukan superman, bukan one man show, tetapi super team, bersama-sama,” tutur Luthfi.

Menurut dia, indikator kemiskinan yang ada harus dikeroyok oleh seluruh Organisasi Perangkat Daerah (OPD), instansi terkait, termasuk pengusaha.

Indikator yang harus dikerjakan bersama itu antara lain pendidikan, bantuan sosial, penyerapan tenaga kerja, kesehatan, dan lainnya. Program-program yang digulirkan tersebut harus tepat sasaran.