Industri Agro Punya Potensi Besar, Tapi Daya Saing Masih Lemah


Jakarta, MBGtoday.com, Wakil Ketua Komisi VII DPR RI, Evita Nursanty, menegaskan pentingnya penguatan daya saing industri nasional, khususnya sektor agro, agar mampu bersaing di pasar global. 

“Ekspor agro kita ini luar biasa, bahkan menyumbang 41 persen terhadap PDB non migas nasional. Ini artinya sektor agro benar-benar bisa menjadi penopang devisa kita. Namun, daya saing kita masih kalah dengan negara-negara lain,” Evita dalam keterangan tertulisnya, Selasa (2/9).

Evita juga mencontohkan Thailand dengan beras dan Vietnam dengan kopi yang berhasil membangun branding dan kemasan produk sehingga mampu menguasai pasar global. 

Sementara Indonesia, meskipun memiliki kualitas produk yang tidak kalah unggul, masih menghadapi sejumlah hambatan.

“Masalah terbesar ada di biaya operasional yang tinggi, terutama energi dan gas. Ini yang harus segera kita cari solusinya melalui pembahasan di Panja. Industri kita punya peluang luar biasa, tapi daya saing harus diperkuat dengan kebijakan yang tepat,” terangnya.

Evita juga menyoroti banyaknya produk Indonesia berkualitas ekspor yang justru tidak beredar di dalam negeri, seperti biskuit ekspor dan mainan produksi Indonesia yang hanya dijual di luar negeri.

“Produk kita sebenarnya punya kualitas terbaik, tapi ironisnya tidak dijual di dalam negeri. Artinya, potensi besar itu harus dibarengi dengan kebijakan yang bisa menguntungkan industri sekaligus masyarakat Indonesia,” tambahnya.

Komisi VII DPR RI memastikan akan terus mengawal berbagai hambatan industri nasional, mulai dari biaya energi, efisiensi logistik, hingga dukungan branding dan packaging produk, agar Indonesia tidak hanya menjadi produsen, tetapi juga pemain utama di pasar global.