Bandara Ahmad Yani Mulai Layani Penerbangan Semarang–Kuala Lumpur
Semarang, MBGtoday.com, Penerbangan internasional Bandara Jenderal Ahmad Yani Semarang (SRG) ke Kuala Lumpur International Airport (KUL) kembali aktif, Jumat (5/9).
Ini merupakan bagian dari tindak lanjut kembalinya status internasional Bandara Ahmad Yani.
Rute itu ternyata banyak dinantikan masyarakat. Terbukti, 8.553 tiket Maskapai AirAsia ludes hingga lima hari ke depan, karena dinilai lebih murah dan menghemat waktu.
Pada Inaugural Flight (penerbangan perdana) rute SRG–KUL yang dilayani oleh maskapai AirAsia, Taj Yasin hadir langsung, dan berharap rute tersebut dapat menggenjot perekonomian, baik melalui sisi bisnis maupun pariwisata.
“Alhamdulillah, kursi penerbangan terjual penuh hingga lima hari ke depan, sebanyak 8.553 tiket. Insyaallah ini akan berlanjut. Kami bertanya pada para pemakai pesawat AirAsia, mereka menunggu betul supaya lebih mudah ketika mau berlibur ke Malaysia, maupun dari Malaysia datang ke Jawa Tengah, khususnya Kota Semarang,” ujar Wakil Gubernur Jateng Taj Yasin.
Untuk menangkap peluang tersebut, imbuhnya, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menggandeng pelaku wisata dan dunia usaha, untuk mempromosikan destinasi wisata dan kawasan industri. Dua hal ini, menurut Yasin, adalah faktor yang ingin ditingkatkan dari penerbangan langsung SRG–KUL.
“Kita menawarkan bukan hanya wisata dengan destinasinya saja, tetapi juga menawarkan beberapa kawasan industri. Jadi tidak hanya pelancong, tetapi juga pengusahanya datang ke Jawa Tengah untuk investasi di Jateng,” ungkapnya.
Pelaksana Tugas (Plt) Direktur Utama AirAsia Indonesia, Achmad Sadikin mengungkapkan, rute penerbangan SRG–KUL dilayani menggunakan armada Airbus A320. Pesawat buatan Prancis tersebut berkapasitas 180 penumpang, dengan jadwal pemberangkatan tujuh kali dalam seminggu.
Ia menjelaskan, jadwal penerbangan dari Malaysia ke berbagai daerah di Indonesia cukup diminati. Terkait rencana penambahan frekuensi dan rute baru dari SRG, Achmad mengatakan akan dilakukan assessment awal terhadap animo masyarakat pengguna maskapai.
“Biasanya setelah pengumuman, kami melakukan kajian asesmen selama tiga bulan, baik dari sisi keselamatan maupun komersial. Penjualan tiket biasanya dibuka sekitar dua hingga tiga bulan sebelumnya. Insyaallah kami sudah melihat frekuensi di Jawa Tengah cukup besar, sehingga apabila nanti dibutuhkan, kami akan menambah frekuensinya,” paparnya.

