Muktamar PPP, Ada Nama Mentan Amran Sulaiman hingga Haji Isam


 Haji Isam dalam sebuah kegiatan. (IST)

Jakarta, MBGToday.com, Partai Persatuan Pembangunan (PPP) menjadwalkan penyelenggarakan Muktamar pada Agustus-September tahun ini. Muktamar adalah forum tertinggi PPP untuk mengambil keputusan dan menentukan kebijakan strategis partai.

Awalnya, Muktamar akan digelar April atau Mei 2025. Tetapi, agenda ini ditunda dengan sejumlah alasan dan pertimbangan.

Sejauh ini, sejumlah nama disebut untuk memimpin PPP. nama-nama itu berasal dari kalangan internal dan eksternal partai.

Dari kalangan internal, ada nama Muhammad Mardiono, Romahurmuzi, Sandiaga Salahuddin Uno, Amir Uskara, dan Taj Yasin Maimoen.

Sementara dari kalangan eksternal nama seperti Penasihat Khusus Presiden bidang Pertahanan Nasional Jenderal (Purn) Dudung Abdurrachman, Menteri Sosial Syaifullah Yusuf, mantan Menteri Perdagangan Agus Suparmanto, dan Menteri Pertanian Amran Sulaiman.

Khusus nama Amran Sulaiman, ada yang menyebut karena kedekatannya dengan pengusaha nasional Andi Syamsuddin Arsyad atau yang lebih dikenal sebagai Haji Isam. 

Namun, Haji Isam langsung memberikan bantahan. Dia menegaskan dirinya sama sekali tidak tahu menahu soal diusungnya nama Amran. “Itu sepenuhnya hak politik Pak Amran. Saya tidak tahu-menahu soal itu,” ujar Haji Isam dalam keterangan resminya, Selasa (27/5).

Haji Isam menepis pemberitaan yang menyebut dirinya berada di balik langkah Amran untuk menguasai PPP, termasuk kabar tengah menunggu restu dari Presiden Prabowo Subianto. Ia menyebut tudingan tersebut tidak berdasar. “Saya tidak tahu. Sama sekali tidak ada keterlibatan saya,” tegasnya.

Ketua Majelis Pertimbangan PPP Romahurmuziy pun membantah isu yang menyebut Haji Isam)hendak mengakuisisi partainya melalui kerabatnya, Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman. 

Rommy, sapaan akrab Romahurmuziy, menegaskan bahwa mencuatnya nama Amran sebagai kandidat ketua umum PPP adalah murni hasil diskusi di internal pengurus partai. 

“Yang terjadi di PPP sama sekali bukan upaya Haji Isam untuk mengakuisisi melalui kerabatnya. Sebagai pengusaha sukses, Haji Isam tidak butuh mengakuisisi partai mana pun,” ujar Rommy.

Dalam Pemilu 2024, PPP dinyatakan tak lolos ke Parlemen usai penghitungan akhir Komisi Pemilihan Umum menetapkan suara PPP hanya menorehkan angka 3,87% atau di bawah ambang batas parlemen yang ditetapkan di angka 4%. 

Ini menjadikan PPP untuk pertama kali dalam sejarah, terdepak dari Senayan sejak berdiri pada 1973 silam.