Tekan Kematian Ibu dan Bayi Menjadi Tantangan
Semarang, MBGtoday.com, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah melakukan berbagai upaya, untuk mencegah terjadinya kematian ibu dan bayi di wilayahnya.
Kepala Dinas Kesehatan Provinsi Jawa Tengah, Yunita Dyah Suminar mengatakan, pemerintah sudah memberikan fasilitas untuk mencegah kematian ibu dan anak. Di antaranya enam kali periksa dan dua kali USG gratis untuk ibu hamil, kemudian pendampingan pada kehamilan risiko tinggi.
“Angka kematian ibu dan anak itu bisa dicegah. Banyak unsurnya seperti dari sisi fasilitasnya, SDM-nya, dan masyarakatnya,” kata Yunita, Jumat (12/9).
Diungkapkan, angka kematian ibu dan bayi di Jateng pada 2024 tercatat sebanyak 427 jiwa, sementara pada 2025 hingga Agustus mencapai 270 jiwa.
“Sebetulnya dibandingkan tahun lalu sudah turun, tetapi belum signifikan menurut kami,” ungkap Yunita.
Menurut dia, rata-rata penyebab kematian ibu dan anak itu antara lain pendarahan, infeksi, dan eklampsia.
Yunita mengatakan, peran dari Fakultas Kedokteran Undip yang turun ke lapangan dengan melibatkan ahli dari Inggris itu, akan sangat membantu Dinas Kesehatan. Sebab, bukti-bukti yang diperoleh di lapangan, bisa menjadi dasar dalam mengatasi persoalan tersebut.
Gubernur Jawa Tengah Ahmad Luthfi, mengapresiasi langkah Fakultas Kedokteran Undip untuk membantu menurunkan angka kematian ibu dan anak. Upaya itu merupakan sumbangsih nyata bagi Jawa Tengah.
Disampaikan, program dokter Spesialis Keliling (Speling) yang dia gagas bersama Wagub Taj Yasin, hingga kini sudah berjalan bagus, namun masih ada kendala kurangnya dokter spesialis.
“Makanya saya minta bantuan universitas yang punya dokter spesialis untuk turun,” bebernya.

