Sekolah Rakyat Diminta Ajar Muatan Lokal, Bukan Hanya Pendidikan Formal
Jakarta, MBGtoday.com, Sekolah rakyat diminta tidak melupakan kearifan lokal dalam pelaksanaannya.
Anak-anak yang menempuh pendidikan di sekolah ini perlu dibekali bukan hanya pengetahuan formal, tetapi juga kemampuan vokasional sesuai dengan kondisi wilayah tempat mereka tinggal.
Anggota Komisi VIII DPR RI, Selly Andriany Gantina mengatakan, muatan nilai-nilai kearifan lokal harus masuk dalam kurikulum Sekolah Rakyat.
“Hal tersebut ditujukan agar pendidikan yang diberikan tidak seragam pada satu daerah dengan daerah lain,” kata Selly dalam keterangan tertulisnya, Sabtu (13/9).
Ia menambahkan, penerapan muatan lokal harus dilakukan tanpa meninggalkan nilai-nilai adat yang selama ini dijaga masyarakat. Upaya ini juga membutuhkan kolaborasi pemerintah daerah dan Kementerian Sosial.
“Tanpa meninggalkan kearifan lokal yang sudah dipertahankan oleh masyarakat adat. Jadi dari daerah juga ada upaya kolaborasi dengan Kementerian Sosial mengadopsi muatan lokal tadi dalam kurikulum yang akan ditetapkan di sekolah rakyat nanti,” terangnya.
Selly pun mengutip peribahasa Sunda yang berasal dari Suku Baduy “Gunung teu meunang dilebur lebak teu meunang dirusak”. Itu bermakna gunung tidak boleh dihancurkan dan lembah tidak boleh dirusak.
“Pesan luhur ini mengajarkan pentingnya menjaga kelestarian alam dan keselarasan hidup manusia dengan lingkungan sekitar. Filosofi tersebut juga mencakup prinsip menjaga keseimbangan serta melestarikan adat istiadat yang sudah diwariskan turun-temurun,” jelasnya.

