Dorong Industri Hijau, Apa Langkah Pemprov Jateng?
Ilustrasi industry hijau. (Freepik.com)
Semarang, MBGToday.com, Pemerintah Provinsi Jawa Tengah menegaskan komitmennya dalam mendorong pertumbuhan industri hijau yang berorientasi pada efisiensi energi dan keberlanjutan lingkungan.
“Selama ini, posisi Jateng adalah sebagai penopang sektor industri, sekaligus lumbung pangan nasional yang membuat tantangan pembangunan menjadi tidak sederhana,” ungkap Sekretaris Daerah (Sekda) Pemprov Jateng Sumarno, Jumat (13/6).
Atas dasar itu, katanya, pendekatan industri hijau menjadi pilihan strategis agar dua sektor tersebut dapat tumbuh seimbang.
“Pemprov Jateng ditetapkan sebagai provinsi penumpu pangan dan penumpu industri. Sehingga ini hal yang bertolak belakang, tapi kalau bisa tumbuh bareng-bareng menjadi potensi yang luar biasa,” sebutnya.
Efisiensi energi, menurutnya, menjadi langkah penting, terutama dalam mengurangi ketergantungan pada energi berbasis karbon yang berdampak terhadap biaya produksi dan lingkungan.
“Masalah yang kita hadapi adalah bagaimana mencapai efisiensi energi, terutama energi karbon. Ini perlu dialihkan ke energi yang lebih ramah lingkungan agar produk yang dihasilkan lebih terjangkau dan dampaknya ke lingkungan bisa ditekan,” bebernya.
Sumarno pun berharap ke depan ada langkah konkret dari pelaku industri untuk bisa segera diimplementasikan, khususnya di kawasan industri Jateng.
Jateng, kata dia, saat ini telah memperkuat daya saing industrinya melalui pengembangan kawasan ekonomi khusus (KEK), seperti di Kendal dan Batang, namun pertumbuhan industri tidak boleh mengabaikan prinsip keberlanjutan.
“Kami mendorong pertumbuhan industri yang selaras dengan prinsip green growth. Ini akan menghasilkan nilai ekonomi tanpa mengorbankan kelestarian lingkungan,” tandasnya.

