Taksi Laut Jadi Opsi Strategis Penanganan Macet Bali


Jakarta, MBGtoday.com, Wakil Ketua Komisi V DPR RI Ridwan Bae mengusulkan optimalisasi transportasi laut serta pembangunan kereta api bawah tanah sebagai solusi strategis mengatasi kemacetan di Bali. 

Ridwan menilai keterbatasan moda angkutan publik membuat kepadatan lalu lintas di Bali semakin tidak terkendali, terutama di kawasan wisata.

“Karena kurangnya transportasi itu. Sehingga melahirkan, apa namanya, kemacetan yang padat. Solusinya apa? taksi laut diadakan, fasilitas transportasi massa itu harus diadakan, antara lainnya seperti kereta api bawah tanah, ini harus dipikirkan secara baik-baik. Tidak boleh main-main,” ujar Ridwan Bae dalam keterangan tertulisnya, Jumat (13/2).

Politisi fraksi Partai Golkar itu menekankan distribusi mobilitas melalui jalur laut dapat membantu mengurangi beban jalan raya yang saat ini semakin padat. Mengingat kondisi geografis dan keterbatasan ruang di Bali membuat solusi berbasis jalan darat semakin sulit diterapkan secara maksimal.

“Harus segera sekarang mau berpikir bagaimana cara mengadakan kereta api bawah tanah yang bisa mengatasi, mengurai kemacetan yang ada. Kemudian pelabuhan-pelabuhan laut kita harus difungsikan secara baik sehingga taksi-taksi laut itu bisa juga termanfaatkan dengan baik,” jelasnya. 

Ridwan turut mendorong negara harus hadir secara serius dalam perencanaan dan pembiayaan proyek transportasi massal tersebut. Dengan jumlah wisatawan yang terus meningkat setiap tahun serta kontribusi besar Bali terhadap devisa negara, Ridwan menilai dukungan kebijakan dan anggaran harus diberikan secara maksimal. 

“Kalau tidak dipikirkan dari sekarang, akan terjadi terus kepadatan dan kemacetan terus dimana-mana gitu. Nah mudah-mudahan negara hadir bagaimana cara memanfaatkan orang-orang yang ahli pada bidangnya, dipikirkan secara baik bagaimana perencanaannya,” tandasnya.

Ia menegaskan penanganan Bali tidak bisa disamakan dengan provinsi lain, untuk itu lanjut Ridwan Komisi V DPR RI berkomitmen mengagendakan pembahasan khusus bersama seluruh pemangku kepentingan untuk merumuskan solusi menyeluruh. 

“Negara harus hadir. Kita akan bahas khusus di Komisi V, agar Bali betul-betul nyaman dikunjungi dan wisatawan bahagia berada di sini,” pungkasnya.

Sebelumnya pada pertemuan terkemuka, untuk menjawab persoalan terkait kemacetan di Bali, Waterbased Transportation dapat menjadi salah satu moda trasnportasi yang dapat mengintegrasikan transportasi darat, laut, dan udara guna mengurangi kepadatan lalu lintas di pulau Dewata. 

Berdasarkan hasil observasi lapangan, waktu tempuh perjalanan dari Bandara I Gusti Ngurah Rai menuju kawasan Canggu melalui darat menghabiskan waktu kurang lebih 1,5 sampai 2 jam sedangkan dengan menggunakan moda water taxi, perjalanan dapat ditempuh dalam waktu maksimal kurang lebih 30 menit.