1 Polisi Tewas, 2 Hilang saat Gerebek Bandar Narkoba
Katingan, MBGtoday.com, Satu anggota Polres Katingan, Kalimantan Tengah meninggal dan dua anggota lainnya hilang kontak setelah menggerebek sebuah area peredaran narkoba di Desa Tumbang Kalemei.
Peristiwa bermula saat Satuan Reserse Narkoba Polres Katingan menindaklanjuti laporan masyarakat ihwal dugaan peredaran sabu di Desa Tumbang Kalemei.
Hasil penyelidikan menemukan adanya dugaan keterlibatan seorang berinisial BIO yang merupakan residivis kasus narkotika.
Polisi kemudian menurunkan 12 personel untuk melakukan operasi di Desa Tumbang Kelemei. Tim pertama melakukan penindakan di rumah target, sedangkan tim kedua bersiaga di lokasi lain sebagai unsur pendukung.
Saat proses penangkapan berlangsung, target berhasil ditangkap. Namun, situasi berubah ketika beberapa orang di dalam rumah dan warga sekitar melawan menggunakan senjata tajam berupa parang.
Berdasarkan laporan kepolisian, massa bertambah dan menyerang menggunakan senjata tajam serta senjata api rakitan.
Akibat situasi yang semakin tidak terkendali, personel berupaya menyelamatkan diri sambil meminta bantuan penebalan personel. Sejumlah anggota terpaksa berenang menyeberangi sungai dan berlindung di kawasan hutan untuk menghindari amukan massa.
Kapolres Katingan AKBP Dodik Hartono dalam keterangan tertulisnya menyebut, anggotanya yakni Aiptu Yudhie Perdana Putra yang merupakan Kepala Unit 3 Satresnarkoba Polres, jenazahnya kini telah tiba di rumah duka untuk dimakamkan.
Adapun 2 anggota lain yang hilang, yakni Aiptu Sumaryanto dan Brigda Nopandri Ramadhana masih dalam pencarian.
Bahkan Badan Reserse Kriminal (Bareskrim) Polri langsung turun tangan memberikan bantuan kepada Kepolisian Daerah Kalimantan Tengah, dalam mengusut kasus ini.
Direktur Tindak Pidana Narkoba Bareskrim Brigadir Jenderal Eko Hadi Santoso mengatakan bantuan akan diberikan untuk mengusut sindikat narkoba yang menyerang polisi. Selain itu, tim dari Bareskrim akan membantu pengamanan wilayah.
"Kami akan melakukan backup penuh terhadap jajaran di lapangan, baik dalam proses pencarian anggota yang masih belum ditemukan, pengamanan wilayah, maupun pengungkapan tuntas jaringan narkotika dan pelaku penyerangan terhadap anggota Polri," kata Eko.

