TNI Bantah Prajurit Serbu Polda Metro


Jakarta, MBGtoday.com, Korps Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi (Kortas Tipikor) Polri bersama Polda Metro Jaya tengah mengusut tiga perkara korupsi yang menjadi perhatian publik.

Di tengah penyidikan dugaan korupsi batubara, muncul video sekelompok pria berseragam loreng dengan senjata lengkap mendatangi Polda Metro Jaya beredar di media sosial. 

Mereka diduga menemani jaksa dan ingin merangsek masuk ke Polda Metro Jaya, tepatnya di depan Gedung Direktorat Reserse Kriminal Khusus.

Tentara Nasional Indonesia (TNI) membantah kabar yang menyebutkan puluhan prajuritnya mendatangi Markas Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya pada Kamis (9/7) dini hari. Narasi ”penyerbuan” tersebut diklaim sebagai informasi hoaks yang bersifat provokatif.

Markas Besar (Mabes) TNI membantah keras kabar yang beredar mengenai dugaan adanya sejumlah prajurit TNI yang mendatangi Markas Kepolisian Daerah (Polda) Metro Jaya pada Kamis dini hari, 9 Juli 2026. 

Isu tersebut sempat berkembang liar dan mengaitkan kedatangan personel militer dengan pengamanan seorang saksi sipil yang sedang diperiksa oleh pihak kepolisian.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Brigjen TNI Muhammad Nas, menegaskan bahwa narasi yang berkembang di media sosial maupun sebagian kalangan masyarakat terkait peristiwa tersebut tidak benar. 

Nas menyayangkan penggunaan diksi yang dianggap terlalu berlebihan dalam menggambarkan situasi yang sebenarnya tidak terjadi.

“Terlalu provokatif menggunakan bahasa menyerbu dan itu tidak benar adanya,” kata Brigjen TNI Muhammad Nas, Kamis (9/7).

Nas secara khusus mengomentari isu pergerakan personel TNI ke Polda Metro Jaya dan memastikan bahwa informasi mengenai adanya penggerebekan atau pengepungan tersebut sepenuhnya keliru.

Ketika dipertegas mengenai apa saja poin yang dibantah—apakah terkait kehadiran fisik prajurit atau mengenai isu pengambilan paksa saksi sipil yang sedang menjalani pemeriksaan di kepolisian, Nas kembali menegaskan posisinya. Ia mengimbau masyarakat luas untuk tidak mudah mempercayai kabar burung yang sengaja digulirkan oleh pihak-pihak tertentu.

“Tidak benar, waspadai narasi-narasi provokasi. Tidak benar ada yang datang,” ujar jenderal bintang satu tersebut dengan nada tegas, sekaligus meminta semua pihak untuk tetap tenang dan menyaring informasi yang beredar.