Ramai Istilah Rojali-Rohana, Apa Itu?
Jakarta, MBGToday.com, Dua istilah unik belakangan ini ramai di jagat media sosial. Istilah itu adalah “Rojali dan Rohana”
Istilah-istilah ini menjadi perbincangan hangat karena dianggap mewakili perilaku masyarakat yang kerap ditemui dalam kehidupan sehari-hari.
Rojali adalah singkatan dari "rombongan jarang beli". Istilah ini merujuk pada sekelompok orang yang datang ke pusat perbelanjaan dalam jumlah besar, namun hanya berjalan-jalan, melihat-lihat, berfoto, atau menikmati fasilitas tanpa melakukan transaksi pembelian.
Adapun Rohana kerap diartikan sebagai ombongan hanya nanya-nanya, rombongan hanya narsis, maupun rombongan hanya nongkrong saja.
Kehadiran mereka tak lepas dari keberadaan Mal yang dianggap sebagai ruang publik nyaman, aman, dan sejuk. Selain itu, banyak spot foto Instagramable yang bisa diakses gratis. Pengunjung juga bisa sekadar bersantai tanpa harus belanja.
Fenomena Rojali dan Rohana mencerminkan realita masyarakat perkotaan masa kini. Di tengah tekanan ekonomi dan kebutuhan hiburan murah, banyak orang memilih menghabiskan waktu di Mal tanpa harus mengeluarkan uang.
Menteri Perdagangan, Budi Santoso, menegaskan bahwa fenomena rojali tidak perlu dikhawatirkan secara berlebihan. Masyarakat bebas memilih untuk berbelanja secara daring atau langsung.
“Kan, banyak konsumen yang datang ke Mal untuk memastikan kualitas barang sebelum membeli secara online, agar tidak mendapatkan produk palsu,” jawabnya.
Sementara itu, Ketua Umum Asosiasi Pengelola Pusat Belanja Indonesia (APPBI), Alphonzus Widjaja, menjelaskan bahwa rojali bukanlah tren yang tiba-tiba muncul, melainkan sudah ada sejak lama.
“Pengunjung datang ke pusat perbelanjaan namun hanya sedikit yang berbelanja,” jelasnya.
Menurutnya, ini bukan fenomena baru. Namun saat ini intensitasnya meningkat akibat melemahnya daya beli, terutama dari kalangan menengah ke bawah.
“Dampaknya belum signifikan, tetapi jika daya beli tidak pulih, efeknya dapat meluas ke sektor ritel, manufaktur, jasa, hingga keuangan,” tandasnya.

