Posisi Wakapolri Masih Kosong, Komjen Dedi Prasetyo Kandidat Terkuat?


Jakarta, MBGToday.com, Kursi Wakapolri atau orang nomor dua di Korps Bhayangkara lowong dalam satu bulan terakhir.

Ini setelah Komjen Ahmad Dofiri yang sebelumnya jabat Wakapolri, telah pensiun dari Polri sejak Juni 2025.

Sejumlah Jenderal Bintang 3 calon Wakapolri pun menguat, baik dari struktur maupun luar struktur Polri.

Di jajaran struktur Polri, ada nama Komjen Wahyu Widada (Kabareskrim), Komjen Dedi Prasetyo (Irwasum), Komjen Syahar Diantono (Kabaintelkam), Komjen Imam Widodo (Dankor Brimob), Komjen Fadil Imran (Kabaharkam), hingga Komjen Chrysnanda Dwilaksana (Kalemdiklat).

Di luar struktur Polri, ada nama Komjen M. Iqbal (Sekjen DPD RI), Komjen Nico Afinta (Sekjen Kemenkum), Komjen Rudy Heriyanto (Sekjen KKP), maupun Komjen Mathinus Hukom (Kepala BNN).

Meski demikian, sejumlah sumber menyebut, calon terkuat Wakapolri mengarah kepada Komjen Dedi Prasetyo. Sebab alumni Akpol 1990 ini merupakan kandidat “paling senior” dari nama-nama yang lain.

Sebelum menjabat Irwasum, Dedi mengemban jabatan sebagai Asisten Kapolri Bidang SDM, dan Kepala Divisi Humas. Dedi juga pernah mengemban jabatan teritorial sebagai Kapolda Kalimantan Tengah pada 2020 hingga 2021.

Secara angkatan, Imam Widodo dan Chryshnanda Dwilaksana memang lebih senior karena Alumni Akpol 1989. Namun Imam Widodo akan pensiun pada September nanti. Adapun Chryshnanda pensiun pada Desember tahun ini. Sementara Dedi Prasetyo baru akan pensiun Juli 2026 mendatang.

Pengisian Wakapolri pun akan diikuti mutasi jabatan-jabatan yang lain. Posisi Irwasum, disebut akan diisi oleh Komjen Wahyu Widada yang saat ini menjabat Kabareskrim.

Adapun posisi Kabareskrim disebut akan diberikan kepada Jenderal bintang dua. Satu nama yang menguat adalah Irjen Karyoto yang saat ini menjabat sebagai Kapolda Metro Jaya.

Kapolri Jenderal Listyo Sigit Prabowo telah berbicara bahwa nama Wakapolri pengganti Ahmad Dofiri sudah disetor dan direstui oleh Presiden Prabowo Subianto. “Iya (nama Wakapolri baru), nanti kita akan pastikan sekali lagi,” ujar Sigit, Selasa (29/7) lalu.

Kapolri sebelumnya menyebut bahwa proses seleksi dilakukan dengan mempertimbangkan integritas, rekam jejak, dan keselarasan visi dengan pimpinan Polri. 

“Yang jelas tentunya banyak calon-calon yang baik dari institusi Polri, calon-calon yang memenuhi syarat,” jelasnya.

Sementara itu, Komisioner Komisi Kepolisian Nasional (Kompolnas) Gufron menyatakan, posisi Wakapolri harus diisi dengan sosok yang memiliki visi dan misi sejalan dengan Kapolri Sigit. 

Sebab, salah satu tugasnya adalah membantu memperkuat internal Polri dan mempercepat implementasi program-program strategis. “Siapapun yang dipilih nanti, sosok tersebut diharapkan bisa sejalan dengan Kapolri,” tandasnya.