Promosikan Pariwisata Berkualitas lewat Film Dokumenter
Yogyakarta, MBGtoday.com, Dalam upaya meningkatkan citra pariwisata berkualitas dan berkelanjutan, Kementerian Pariwisata (Kemenpar) melalui Badan Pelaksana Otorita Borobudur (BPOB) melakukan kerja sama dengan PT Bank Central Asia Tbk (BCA).
Kerja sama diwujudkan untuk mempromosikan praktik konservasi penyu di Pantai Goa Cemara, Kabupaten Bantul, dan restorasi mata air di Desa Sidodadi, Kabupaten Malang.
Kedua program Bakti Lingkungan tersebut dijalankan sebagai corporate shared value BCA di bawah payung Bakti BCA.
Sinergi tersebut menghasilkan film dokumenter yang mengangkat topik konservasi lingkungan dalam mewujudkan keseimbangan alam dan meningkatkan kualitas pengalaman wisata.
Pada kegiatan di Kabupaten Bantul, cerita yang diangkat merupakan aksi penyelamatan populasi penyu oleh Kelompok Konservasi Penyu (KKP) Mino Raharjo.
Film ini membawa pesan untuk saling menjaga lingkungan agar tidak mengganggu keseimbangan ekosistem serta menawarkan pengalaman wisata berkualitas.
Fajar Subekti selaku konservator KKP Mino Raharjo, menyatakan bahwa kegiatan konservasi tidak dapat dipisahkan dari pengembangan pariwisata yang berdampak baik terhadap kelestarian alam.
“Kami memastikan bahwa pariwisata harus bertanggung jawab terhadap kelestarian lingkungan, sehingga wisatawan yang datang ke Goa Cemara mempunyai pengalaman dan perenungan yang mendalam tentang kehidupan sesama yang harus terus dijaga,” ujar Fajar Subekti.
Pengabdian kepada lingkungan tersebut ditransformasikan kepada wisatawan melalui konsep wisata edukasi.
Desa Wisata Patihan yang berdampingan dengan KKP Mino Raharjo menawarkan paket wisata pelepasan tukik sebagai sarana eduwisata.
Wisatawan disuguhkan pengalaman unik yang tidak hanya rekreatif, tapi juga berdampak dengan pelepasan tukik yang membawa dampak bagi lingkungan dan masa depan.
Hal tersebut juga diungkapkan oleh Gusti Kanjeng Ratu Bendara selaku Ketua Badan Promosi Pariwisata Daerah DIY.
“Yogyakarta ini dan Goa Cemara yang terkenal sebagai wisata mass tourism tentu harapannya dengan adanya konservasi tukik yang lebih profesional ini, wisatawan tidak hanya mandi air, bermain pasir, dan menikmati pantai saja, tetapi juga bisa mengedukasi diri dengan konservasi tukik dan bagaimana pelestarian alam untuk kelestarian penyu-penyu kita di masa depan,” ujar GKR Bendara.

