Skandal Jeffrey Epstein, Bill Gates Minta Maaf


Washington, MBGtoday.com, Pendiri Microsoft, Bill Gates, menyampaikan permintaan maaf atas hubungannya dengan terpidana pelaku kejahatan seksual Jeffrey Epstein. 

Permintaan maaf ini disampikan kepada staf yayasan filantropinya.

Dilansir dari The Wall Street Journal, Bill Gates mengakui bahwa keputusan tersebut merupakan kesalahan besar dan menimbulkan persepsi negatif terhadap organisasinya,  

“Itu adalah kesalahan besar menghabiskan waktu dengan Epstein. Saya meminta maaf kepada orang lain yang terseret dalam situasi ini karena kesalahan yang saya buat,” ujarnya.

Gates juga mengungkapkan bahwa ia pernah menjalin hubungan di luar pernikahan dengan dua perempuan asal Rusia, yang kemudian diketahui oleh Epstein. Ia menegaskan bahwa kedua perempuan tersebut bukan korban pelecehan Epstein.

Menanggapi kemunculan fotonya bersama sejumlah perempuan dalam dokumen Epstein yang baru dirilis, Gates menyatakan foto-foto itu diambil atas permintaan Epstein dan hanya melibatkan staf kantornya.

“Saya tidak melakukan hal ilegal. Saya tidak melihat hal ilegal,” ujar Gates.

Gates pun menekankan bahwa ia tidak memiliki kontak dengan para korban Epstein maupun perempuan dalam lingkarannya.

Gates mengatakan, pertemuan pertamanya dengan Epstein terjadi pada 2011 dan berlanjut hingga 2014, meskipun mantan istrinya, Melinda French Gates, telah menyuarakan kekhawatiran sejak 2013.

Ia mengakui bahwa insting Melinda terbukti benar dan bahwa ia mengabaikan keraguan tersebut.

Interaksi mereka mencakup perjalanan udara bersama serta pertemuan di sejumlah negara seperti Jerman, Prancis, dan Amerika Serikat. Namun Gates menegaskan ia tidak pernah menginap dan tidak pernah mengunjungi pulau pribadi Epstein.

Menurut Gates, kehadiran sejumlah tokoh terkemuka lainnya dalam pertemuan-pertemuan tersebut menciptakan ilusi legitimasi. 

Meski demikian, ia mengakui bahwa hubungannya dengan Epstein serta korespondensi yang baru terungkap dari catatan pemerintah telah merusak reputasi yayasannya dan bertentangan dengan nilai-nilai dasar organisasi tersebut.